Susi Pudjiastuti Sebut Pemberantasan IUU Fishing Bergantung Kepemimpinan Negara

Susi Pudjiastuti Sebut Pemberantasan IUU Fishing Bergantung Kepemimpinan Negara
UANG | 12 Juni 2020 11:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pemberantasan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing akan bergantung pada kepemimpinan dan arah politik suatu negara. Menurutnya, penegakan hukum akan mengikuti politik dan kepemimpinan suatu negara.

"Kalau dari sisi saya kepemimpinan dan arah politik yang paling penting, karena instrumen negara itu berkontrol dari politik dan kepemimpinan, jadi penegakan hukum akan ikut ke politik dan kepemimpinan tadi," kata Susi dalam suatu diskusi online, Jumat (12/6).

Dia menjelaskan, IUU Fishing bukan hanya mencakup mencuri ikan di luar wilayah negara, namun juga termasuk pengambilan biota laut seperti kura-kura, dan lainnya yang dijual dengan harga yang fantastis. Begitu juga adanya perbudakan awak kapal, human trafficking yang diperjualbelikan di tengah laut juga.

"IUU ini bukan sekedar kejahatan mencuri ikan, IUU fishing tapi dilakukan oleh beberapa negara yang melakukan penangkapan ikan di luar wilayahnya, ada 11 negara besar yang distand fishing yaitu mereka melakukan transit di laut, melakukan penangkapan ikan, minyak, perbudakan, human trafficking, bukan cuman ikan," ujarnya.

Negara-negara tersebut melakukan penangkapan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), secara tidak langsung Indonesia menjadi target praktik illegal fishing, karena Indonesia pemilik ZEE nomor 7, sedangkan ZEE nomor satu yaitu Prancis.

"Berarti kita akan menjadi target dari pada praktik illegal fishing yang mereka lakukan di tengah laut Indonesia, baik hasil tangkapan di tengah laut, perbudakan, human trafficking, kura-kura, dan lainnya yang diperdagangkan di tengah laut juga," jelasnya.

Meskipun pada tahun 2018 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan world international conference yang memastikan tahun 2020 itu tidak akan ada lagi illegal fishing. Menurut Susi itu kabar baik dan menyenangkan, tapi hal itu sekaligus peringatan untuk Indonesia bahwa ribuan kapal yang illegal akan mencari rumah to be legal.

"Itulah kenapa Amerika membuat satgas IUU fishing yang ditiru Indonesia oleh presiden Joko Widodo, dengan ketegasannya menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa. Saya waktu itu berusaha untuk menjaga misi presiden dengan memerangi illegal fishing, jika mereka melanggar IUU kita tenggelamkan," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
KKP Tangkap Kapal Berbendera Filipina Curi Ikan di Laut Sulawesi
KKP Catat 44 Kasus Pencurian Ikan Terjadi Selama Kuartal I 2020
KKP Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Filipina dan Taiwan di Laut Sulawesi
Saat Ada Virus Corona, Aksi Pencurian Ikan Makin Meningkat
KKP Kembali Tangkap 5 Kapal Asing Curi Ikan Indonesia
KKP Kembali Tangkap Kapal Berbendera Malaysia Beroperasi di Laut Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami