Syarat Investasi Asing di UMKM: Wajib Gandeng Perusahaan Lokal Daerah

Syarat Investasi Asing di UMKM: Wajib Gandeng Perusahaan Lokal Daerah
UANG | 13 Juli 2020 16:03 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan sektor usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) bisa menerima suntikan modal dari investor asing. Langkah ini diambil dalam rangka memberikan dukungan kepada pelaku usaha UMKM agar bisa bangkit setelah diterpa krisis akibat pandemi Covid-19.

"BKPM juga sudah masuk investasi termasuk UMKM," kata Bahlil saat menyampaikan Keynote Speech di acara Launching Buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi, Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Jakarta, Senin (13/7).

Beberapa sektor UMKM yang diprioritaskan yaitu energi, kesehatan, pertambangan, infrastruktur dan manufaktur. Sektor-sektor ini menjadi skala prioritas selain pariwisata dan perkebunan.

Dia melanjutkan, salah satu syarat BKPM yakni pengusaha-pengusaha asing atau besar harus bekerjasama dengan perusahaan daerah. "Kalau tidak mau saya tidak kasih izin," ungkap Bahlil.

1 dari 1 halaman

Syarat Perusahaan Lokal Bisa Jadi Rekanan

lokal bisa jadi rekanan

Bahlil mengatakan saat ini kebutuhan alat kesehatan di Indonesia 90 persen impor dari negara lain. Maka dari itu, dia ingin produk alat kesehatan dibuat di Indonesia oleh investor yang bekerja sama dengan pelaku usaha UMKM.

"Sekarang kita membuka selebar-lebarnya, yang penting bisa bekerja sama dengan perusahaan lokal," kata Mantan Ketua HIMPI ini.

Bahlil ingin investor bekerja sama dengan perusahaan di daerah. Tentu saja perusahaan di daerah ini pun diberikan kriteria khusus sebagai persyaratan bekerja sama dengan perusahaan besar.

"Dia harus menggandeng perusahaan daerah tapi harus yang memenuhi syarat, kita mau pengusaha profesional di sana," ujar Bahlil.

(mdk/bim)

Baca juga:
Atasi Dampak Corona, BKPM Buka Investasi Ke Sektor UMKM
Bos BKPM: Dampak Covid-19 Terstruktur dan Masif Meluluhlantakkan Perekonomian Bangsa
BKPM Catat Potensi Investasi dari Relokasi Perusahaan Masuk RI Tembus Rp1.000 Triliun
Pandemi Tak Kunjung Usai, BKPM Kembali Revisi Target Investasi
Investasi Mangkrak Tembus Rp708 Triliun, Salah Satunya Disebabkan Hantu Berdasi
Bos BKPM Beberkan Faktor Pengaruhi Realisasi Investasi di Tengah Pandemi
Jadi yang Tertinggi, BRI Catatkan Penjualan ORI017 Rp2,19 T per Juli

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami