Tahap Akhir Penambangan Batu Hijau Ditargetkan Selesai di 2026

UANG | 18 Juni 2019 19:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan, pihaknya sedang fokus menggarap fase tujuh wilayah kerja pertambangan Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut meliputi pengupasan tanah dan batuan di area tambang dan pengolahan cadangan bijih (stock pile) dari fase sebelumnya.

"Kita fokus di fase tujuh. Secara umum operasi kita berjalan dengan baik. Semua lancar," kata Rachmat, di Jakarta, Selasa (18/6).

Kegiatan fase tujuh diperkirakan akan selesai pada 2026, kemudian hasilnya berupa cadangan bijih tembaga yang akan diolah. Saat pengerjaan fase tujuh membuat penurunan produksi, namun akan meningkat ketika kegiatan tersebut selesai.

Berdasarkan laporan PT Medco Energi Internasional Tbk., induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara, fase tujuh diperkirakan dapat mengekstraksi cadangan tembaga sebanyak 4,47 miliar pon dan emas sebanyak 4,12 juta ounce. Produksi dari fase 7 diharapkan dimulai pada akhir 2020 atau awal 2021.

"Produksi saat stock file produksi turun,mudah-mudahan akhir tahun depan sudah mulai," tuturnya.

Menurutnya, anak usaha PT Medco Energi Internasional ini juga fokus efisiensi, dengan mengubah kebiasaan lama saat masih di kelola Newmont Nusa Tenggara. Dia pun mengklaim perusahaan sudah mendapat hasil efisiensi, namun enggan menyebutkan angkanya.

"Teman operasi juga fokus efisiensi, biaya rendah sangat penting untuk masa akan datang. Tetapi tetap aman pedui lingkungan, peduli masyarakat. Kita riview lagi kita perbaiki dari yang dulu," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pembangunan Smelter Amman Mineral Baru Mencapai 13,6 Persen
Pemprov Kaltim Tuding Aktivitas Tambang Batu Bara Turut Sebabkan Banjir Samarinda
Amman Mineral Tambah Pasokan Tembaga ke Smelter Gresik, Total 100.000 Ton di 2019
Temukan Cadangan Emas Besar di Pani, J Resources Hitung Ulang Nilai Investasi
J Resources Fokus Kembangkan Tambang Emas Doup di 2019 Senilai Rp1,93 triliun
Akses Masuk Bandara Samarinda Terganggu Air dan Lumpur dari Tambang Ilegal

(mdk/azz)