Tahun Depan, Bandung Bakal Wajibkan Pemakaian Kantong Plastik Bayar Rp5.000

Tahun Depan, Bandung Bakal Wajibkan Pemakaian Kantong Plastik Bayar Rp5.000
UANG | 10 Oktober 2019 17:16 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani, menyatakan mulai 2020 masyarakat Bandung akan dikenakan biaya Rp3.000 sampai Rp5.000 jika menggunakan kantung plastik dalam setiap pembelanjaan.

Kebijakan itu dia sebut sebagai salah satu penerapan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Perwali tersebut baru saja resmi dikeluarkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

"Kisaran Rp3.000 sampai Rp5.000, namun kita perlu kajian lebih lanjut untuk masalah itu, mungkin saja ada masyarakat yang belum terwakili dan belum setuju setelah survei tentang harga plastik itu," kata Kamalia seperti dikutip dari Antara di Bandung, Kamis (10/10).

Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah kantung plastik dari hulu yakni pusat perbelanjaan atau pertokoan.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantung plastik yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Masyarakat bisa membawa kantung non plastik atau yang lebih ramah lingkungan.

"Kalau tidak mau dibebani biaya itu (kantung plastik), masyarakat harus membawa kantung masing-masing dari rumahnya, kan gampang. Kantung ramah lingkungan itu sudah tersedia di mana-mana," kata dia.

Sebelumnya, konsep kantong plastik tidak gratis ini sudah pernah diujicobakan secara nasional pada 2016 lalu. Kota Bandung saat itu tercatat telah mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 42 persen.

Dengan demikian, pihaknya akan mewajibkan seluruh penyedia dan pelaku usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis dan mengurangi penyediaan kantong plastik secara bertahap hingga mencapai 100 persen di 2025.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat Hendri Hendarta mengatakan pihaknya akan melanjutkan inisiatif pengurangan sampah plastik itu dengan mengimbau kepada gerai-gerai toko modern di bawah naungan Aprindo. Dia menyebut hal itu sudah diterapkan sejak bulan Maret 2019 lalu dan berlaku secara nasional. "Kita juga mengajak konsumen tatkala berbelanja untuk membawa kantong atau tas belanja yang bisa dipakai berulang (reusable bag)," kata Hendri. (mdk/bim)

Baca juga:
Larangan Kantong Plastik Bisa Ganggu Bisnis Daur Ulang
Kemenperin Sebut Perda Larangan Kantong Plastik Berdampak Ganggu Iklim Investasi
Pengusaha Gugat Pemkot Bogor Soal Larangan Penggunaan Kantong Plastik
Pemprov DKI Akan Wajibkan Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan
Sri Mulyani Dukung Kebijakan Kantong Plastik Berbayar
Kemenkeu Sebut Kebijakan Plastik Berbayar Bukan Akibat Pungutan Cukai
Kemenkeu: Aturan Cukai Plastik Masih Digodok Antar Kementerian

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5