Tahun Depan, Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Ajang World Economic Forum

UANG | 15 Agustus 2019 07:32 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Presiden World Economic Forum (WEF) Borge Brende di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kemarin (14/8). Dalam pertemuan tersebut Borge meminta Indonesia pada 2020 akan jadi tuan rumah acara pertemuan ekonomi tahunan bergengsi WEF. Agenda tersebut akan dilaksanakan di Jakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan Jokowi meminta agar tema yang diusung yaitu human capital atau pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurut Jokowi, kata Bambang, Indonesia lima tahun ke depan akan fokus pada sektor SDM.

"Presiden sudah menyampaikan 5 tahun ke depan kita fokus ke human capital. Jadi nanti nuansa dari annual meetingnya adalah human capital," kata Bambang usai mengikuti pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Bambang menjelaskan WEF menanggapi positif terkait tema tersebut. Dalam agenda pertemuan nanti menurut dia terdapat indikator terkait indeks daya saing dunia. Salah satunya yaitu sumber daya manusia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kata Bambang meminta kepada WEF agar yang hadir dalam pertemuan tidak hanya kepala negara ASEAN saja. Melainkan juga CEO dari perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Termasuk kata dia perusahaan teknologi, hingga perusahaan penyedia jasa tenaga kerja.

"Ingin agar pertemuan itu benar-benar bicara mengenai bagaimana mengembangkan human capital di Indonesia," kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan dalam ajang tersebut Indonesia akan memiliki target. Yaitu untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi industri 4.0.

"Makanya yang ingin diundang adalah CEO-CEO global, mereka yang sudah terbiasa berhadapan dengan tantangan industri 4.0," lanjut Bambang.

Diketahui WEF adalah organisasi nonprofit internasional untuk kerja sama pemerintah dan swasta. Setiap tahun, WEF menggelar rapat di Davos, Swiss yang mempertemukan pemimpin-pemimpin negara dan industri. Selain itu, ada juga pertemuan-pertemuan lainnya di berbagai negara.

Pada Januari kemarin, Pertemuan ekonomi tahunan bergengsi, World Economic Forum (WEF) diselenggarakan di Davos, Swiss. Dalam pertemuan tersebut membahas arsitektur revolusi industri 4.0 dan mengusung tema Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution.

Di ajang WEF, sejumlah kepala negara dan dan tokoh bisnis seluruh dunia turut hadir. Dari Indonesia, hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto; serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong. Dalam WEF, para peserta berbagi pengalaman, bagaimana mengelola bisnis di era revolusi industri 4.0.

Salah satu tokoh ekonomi Indonesia yang turut hadir di ajang WEF yakni Direktur Grup Lippo John Riady. Menurut John, ada dua hal penting yang perlu menjadi pusat perhatian tinggi dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yakni Kecerdasan Buatan ( AI) dan Maha Data (Big Data). Pendidikan, memiliki peran sentral meningkatkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam era revolusi industri 4.0.

(mdk/rhm)