Tahun ini, Kimia Farma anggarkan Rp 20 M bangun 100 gerai apotek

Tahun ini, Kimia Farma anggarkan Rp 20 M bangun 100 gerai apotek
gedung kimia farma. flickr.com
EKONOMI | 8 Januari 2017 14:31 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - Anak usaha PT Kimia Farma Tbk, PT Kimia Farma Apotek bakal membangun 100 gerai baru di seluruh Indonesia tahun ini. Investasi yang dikeluarkan untuk membangun 100 gerai ini mencapai Rp 20 miliar.

"Anggaran ekspansi kami siapkan investasinya sekitar Rp 20 miliar," ujar Dirut PT Kimia Farma Apotek Imam Fathorrahman seperti dilansir Antara, Minggu (8/1).

Menurutnya, jika rencana tersebut terealisasi maka pada tahun ini total gerai atau apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia menjadi 1.000-an unit, mengingat hingga saat ini sudah ada 900 gerai di seluruh Indonesia.

"Dari 900-an gerai tersebut, total omzet penjualan obat-obatan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 1,3 triliun," katanya.

Imam juga menjelaskan, sebagai komitmen untuk meningkatkan kemudahan dan layanan kepada para pelanggan di seluruh Indonesia, bertepatan pada HUT ke-14 perseroan pada awal Januari ini, maka perseroan juga akan memasuki pasar transaksi elektronik (e-Commerce).

"Pemilik telepon pintar saat ini sudah mencapai 126 persen dari total penduduk, dan internet sendiri sudah 52 persen. Ini pasar e-Commerce luar biasa," jelasnya.

Pada tahap awal, perseroan akan membidik pasar Jabodetabek dan bekerja sama dengan layanan belanja pesan antar Go-Mart.

"Intinya melalui layanan ini, kami bisa diakses pelanggan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar dengan lebih dari 250 pilihan lokasi apotek kami. Silakan pelanggan bisa akses kami di www.kimiafarmaapotek.co.id ," jelasnya.

Namun, untuk membedakan layanan online Kimia Farma Apotek dengan layanan online lain adalah akses hingga keunikan dan metode pembayaran yang bisa dilakukan oleh semua jenis payment gateway.

"Pembedanya akses, dan uniknya Kimia Farma Apotik akan dilakukan semacam verifikasi apakah obat yang dipesan memang diperlukan atau tidak," tegasnya.

Selain itu, adanya informasi cara penggunaan obat terkait dosis dan proses pengiriman menggunakan kemasan khusus untuk pengamanan dan menjaga kualitas produk yang dikirimkan.

Dia juga menambahkan, layanan digital ini hanya untuk obat-obat dengan jenis umum, tapi tidak untuk obat dengan resep dokter. "Akses ini menjadi kebutuhan dan orang tidak lagi ke apotek, tetapi ini untuk obat-obatan bebas dan juga kosmetik," kata Imam.

Pada setiap transaksi digital, lanjutnya, pelanggan akan menerima produk pesanannya dalam kemasan yang tersegel. Produk dilengkapi dengan Form Informasi Obat (FIO) yang berisi informasi tentang indikasi, cara dan aturan pakai, efek samping dan informasi obat lainnya yang ditulis langsung oleh apoteker.

"Kemasan dan segel tersebut didesain khusus untuk menjamin kualitas obat dan produk kesehatan hingga diterima pelanggan," pungkasnya. (mdk/sau)

Kasus Geo Dipa Energi ancam proyek listrik 35.000 MW

Avtur mengalami peningkatan konsumsi selama Natal dan Tahun Baru

Usul BUMN dipimpin WNA, bukti Jokowi tak percaya SDM dalam negeri

PLN: Tarif disesuaikan karena banyak indekos pakai listrik subsidi

Bos PLN: Tidak ada kenaikan tapi penurunan tarif listrik

Pertamina 'bajak' pegawai Total pengelola Blok Mahakam

Rencana PLN terbitkan obligasi USD 1,5 M mundur ke April 2017

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami