Tahun ini perusahaan Bakrie cicil utang Rp 16,4 triliun

UANG | 10 Januari 2014 17:33 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - Perusahaan tambang milik Aburizal Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dipastikan mengurangi utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) sebesar USD 1,35 miliar atau Rp 16,4 triliun dari total keseluruhan mencapai USD 1,78 miliar atau sekitar Rp 19 triliun. Pengurangan utang itu dilakukan tahun ini.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sore ini. Komisaris Utama BUMI Suryo Bambang Sulisto menjelaskan, para pemegang saham menyetujui untuk membayar utang kepada pihak CIC.

"RUPLSB ini memutuskan dan menyetujui hanya poin pertama (agenda 1) dimana konversi pinjaman dengan demikian beban bunga akan berkurang signifikan. Intinya seperti itu," ujarnya usai RUPLSB Bumi Resources, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/1).

Suryo menyebutkan, RUPLLB BUMI sudah kuorum atau memenuhi syarat karena dihadiri 33,4 persen pemegang saham. "Itu sudah sah walaupun banyak pemegang saham yang tidak hadir memang tipis sekali. Namanya sudah kuorum jadi sudah disetujui, yang hadir disini mayoritas lokal investor," jelas dia.

Selanjutnya untuk agenda kedua dan ketiga tidak mencapai kuorum dan akan dilakukan rapat dengan direksi serta melaporkan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan BUMI menyicil utang-utangnya diharapkan memberikan dampak positif sekaligus angin segar bagi investor.

"Mudah-mudahan setelah ini BUMI akan baik, yang penting beban bunga menurun," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur BUMI Andrew C Beckham menambahkan, pihaknya akan menjual saham anak usaha PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar USD 950 juta atau sekira 19 persen, menjual saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar USD 257 juta atau 42 persen pada bulan ini.

"Kami akan right issue sebesar USD 150 juta tapi belum tahu kapan, untuk agenda 2 dan 3 kami gelar RUPSLB lagi," ujar dia. (mdk/noe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.