Tak Hanya Infrastruktur, Jokowi Juga Ingin Bangun Peradaban di Ibu Kota Baru

UANG | 14 November 2019 15:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam pembangunan ibu kota baru, pemerintah tidak hanya fokus untuk membangun infrastruktur namun juga peradaban baru.

"Kita ingin ada titik-titik baru pertumbuhan ekonomi. Kita tak hanya ingin pindah tempat tapi juga pola pikir, budaya, kerja, harus pindah semuanya," tuturnya di Jakarta, Kamis (14/11).

Dia menjelaskan, memang membutuhkan proses besar untuk membangun peradaban baru di Kaltim. Tetapi, pihaknya optimis dapat membawa kultur baru di Kaltim bagi masyarakat Indonesia.

"Kultur harus berubah semua. Jadi saya ingin sudah terinstall sistem yang baru. Jadi pada saat Pemerintah, kita masuk ke sana, sistemnya sudah siap. Orang tinggal ikuti sistem," ujarnya.

Selain itu, dia juga ingin Kaltim menjadi hub atau penghubung talent-talent lokal dengan global atau internasional yang ada di sana. "Harus ada daya tarik yang kuat sehingga ibu kota betul-betul sebuah Indonesia yang baru dengan peradaban yang baru pula," paparnya.

1 dari 1 halaman

Alasan Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

Dia kembali menjelaskan, sejumlah alasan mengapa akhirnya memilih Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai wajah ibu kota negara baru.

Pertama, Kaltim dinilai minim akan risiko bencana alam seperti tsunami, banjir dan lain sebagainya. Kedua, negara tak perlu mengurus pembebasan lahan sebab di sana merupakan tanah negara.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Teknologi Ini Mampu Bantu Masyarakat Bangun Rumah dalam 5 Hari
5.052 Warga di Calon Ibu Kota Baru Ikut Program Pemutihan IMB
Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Jadi 'The Best City on The Earth'
Panglima TNI Sebut Pemindahan Ibu Kota & Pilkada jadi Fokus Kerja 2020
Sempat Buron, Pemodal Tambang Ilegal di Kawasan IKN Ditangkap di Surabaya
UMP di Ibu Kota Baru Ditetapkan Rp 2,9 Juta di 2020