Tak Hanya MotoGP, Jokowi Ingin Mandalika Juga Punya Sirkuit Balap Formula Satu

Tak Hanya MotoGP, Jokowi Ingin Mandalika Juga Punya Sirkuit Balap Formula Satu
Formula 1 Australia 2016. Crash.net
EKONOMI | 22 Mei 2019 15:31 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tak hanya dibangun sirkuit Moto GP, melainkan juga sirkuit balap Formula Satu (F1). Menurut Jokowi, langkah ini lebih efisien untuk country branding Indonesia jika mempunyai balap mobil Formula Satu (F1) yang merupakan balap mobil terkemuka di dunia.

"Beliau menyampaikan bahwa F1 ini patut kita jajaki untuk diselenggarakan dalam rangka country branding Indonesia dan juga dalam memperkuat brand sports tourism di Indonesia selain MotoGP, dan juga upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032," kata Direktur Utama Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar Mansoer.

Selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang akan menjadi arena Street Race circuit untuk MotoGP 2021, Dirut IDC Abdulbal Mansoer menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah itu.

"Kami akan segera menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk melihat kemungkinan F1 dapat diselenggarakan di Sirkuit Mandalika," kata Abdulbar.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak yang akan bekerjasama dalam hal ini dalam menyelenggarakan balap F1. Dia berharap, dalam waktu dekat bisa menyampaikan hal-hal lebih lanjut tentang kemungkinan membawa F1 di Indonesia setelah MotoGP.

Sejauh ini, pemerintah sangat mendukung penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Bahkan Presiden menyampaikan bahwa jalan akses dari bandara ke Mandalika akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kemudian akan ada pelebaran runway bandara, dan juga perbaikan pelabuhan untuk cruise. "Jadi support dari pemerintah sangat jelas kali," tegasnya.

ITDC sendiri, menurut Abdulbar, hanya membangun sirkuit itu dengan partnernya, Vinci. ITDC adalah pemilik tanahnya dan sekarang dalam tahap penyelesaian homologasi, kemudian juga akan menyelesaikan dokumen teknis.

"Jadi bulan Oktober insya Allah kita akan mulai membangun dalam jangka waktu 12 bulan akan selesai jalan hanya sepanjang 4,3 kilometer. Dan di sini kami juga sudah memastikan bahwa itu bisa dipakai untuk F1 juga. Untuk MotoGP kita akan mulai konstruksi jalan bulan Oktober 2019," ungkap Abdulbar.

Mengenai kemungkinan penyesuaian spek pembangunan sirkuit dari arena balap motor menjadi juga arena balap F1, Dirut ITDC Abdulbas Mansoer mengemukakan, meskipun baru mendapat berita ini beberapa hari lalu, namun pihaknya langsung dengan desainer tracknya mendapat kepastian bahwa bentuk shape-nya tidak perlu diubah.

"Hanya ada perlakuan untuk topsoil dan beberapa sinyal-sinyal atau sensor yang harus kita tambahkan karena sifatnya agak berbeda tapi tidak akan mengubah signifikan sekali dari sisi budget maupun dari sisi teknis jalan," kata Abdulbar.

Sementara Ketua KOI Erick Thohir menilai, track yang sedang dibangun di Mandalika bisa juga dimanfaatkan untuk arena balapan mobil, dan tidak ada pemborosan untuk arena balap F1 bisa ataupun kendaraan balap mobil yang lain.

Bahkan, menurut Erick, di situ kita juga melihat opportunity ini tidak hanya sebagai penyelenggara tapi juga bagaimana kita kaitkan dengan investasi ke depan, investasi tourism.

"Kita tahu Indonesia sedang menjajaki tidak hanya halal tourism tapi juga bagaimana menjajaki menjadi negara yang tidak kalah bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dalam menjual sports tourism ataupun kebudayaan," ujar Erick. (mdk/idr)

Baca juga:
Gubernur NTB Harap Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Tingkatkan Perekonomian Warga
Kementerian PUPR Bangun Bypass 17 Km dan Sirkuit MotoGP di Mandalika
7 Pulau di Batam Berpotensi Tarik Investasi Miliaran Dolar
Diresmikan Presiden Jokowi, 3 Kawasan Ekonomi Khusus Timur RI Ditarget Tarik Rp 110 T
Menpar Sebut Tahun Ini Kaltim Bakal Punya KEK Pariwisata
Sebelum Papua Barat, Presiden Mampir ke Manado Resmikan 3 Kawasan Ekonomi Khusus

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami