Tak Hanya Urusan Moneter, BI Nanti Bakal Bertugas Buka Lapangan Kerja

Tak Hanya Urusan Moneter, BI Nanti Bakal Bertugas Buka Lapangan Kerja
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko
EKONOMI | 11 Juli 2022 15:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Andre Rahadian menyinggung soal peran baru Bank Indonesia (BI) di luar urusan moneter. Dengan adanya perubahan regulasi, pihak bank sentral nantinya disebut bakal punya peran terkait penciptaan lapangan kerja.

"Plus kita lihat bahwa ada RUU BI yang bilang, selain menjaga kestabilan moneter, BI juga punya peran job creation," ujar Andre dalam Forum Diskusi Salemba, Senin (11/7).

Adapun perubahan Undang-Undang (UU) Bank Indonesia ini mulai tersiar sejak 2020. Kala itu, pemerintah dikabarkan telah menyiapkan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23/1999 tentang Bank Indonesia.

Pada 2021, pemerintah bersama DPR RI juga telah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Reformasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

RUU tentang Reformasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan ini akan menghasilkan produk Omnibus Law yang akan mengatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

2 dari 2 halaman

Bersifat Independen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat mengatakan, pemerintah akan memastikan dengan Omnibus Law ini kebijakan masing-masing otoritas masih akan bersifat independen.

"Presiden (Joko Widodo) dan saya sendiri akan selalu menjaga independensi Bank Indonesia yang aman dan tidak akan terdampak," jelas Sri Mulyani.

"Tapi seperti apa yang terjadi di situasi krisis saat ini, BI perlu aturan mereka sendiri dan mengedepankan independensi, tapi juga menggunakan peran itu bersama pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa mengorbankan independensi dan profesionalisme mereka," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Gubernur Bank Indonesia: 90 Persen Pengguna QRIS dari Kalangan UMKM
BI Gelar FEKDI 2022, Perkembangan Ekonomi Digital Jadi Fokus Utama
Rusia dan AS Hadir Fisik di Pertemuan G20 Jalur Keuangan di Bali Pekan Depan
Data BI: Cadangan Devisa Juni 2022 Naik Jadi USD 136 Miliar
Terungkap, 7 Agenda Penting Dibahas di FMCBG Meeting G20 di Bali Pekan Depan
Museum Bank Indonesia Dibuka Besok, Hadir dengan Layanan Baru

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini