Tak Kuat Hadapi Pandemi Covid-19, Maskapai Virgin Atlantic Ajukan Pailit

Tak Kuat Hadapi Pandemi Covid-19, Maskapai Virgin Atlantic Ajukan Pailit
UANG | 6 Agustus 2020 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Maskapai penerbangan Virgin Atlantic asal Amerika Serikat mengajukan kebangkrutan atau pailit karena tak sanggup melawan hantaman dampak pandemi virus corona. Perusahaan yang berbasis di Inggris ini mengeluarkan perlindungan kebangkrutan yang tercantum pada Bab 15 di New York pada Selasa (4/8).

Virgin Atlantic belum siap menghadapi masalah pandemi di industri penerbangan. Padahal, di Juli lalu, perusahaan sepakat untuk menerima USD 1,5 miliar sebagai upaya menjaga ketahanan maskapai sebelum kembali menerbangkan penumpang.

Dilansir dari CNN business, rencana rekapitalisasi akan dilaksanakan selama 18 bulan dan telah mendapat dukungan dari pemegang saham, investor baru, dan kreditor.

Namun, Virgin Atlantic tidak dapat dihubungi untuk diminta keterangan lebih lanjut sejak Selasa (4/8) malam.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional yang mewakili 290 maskapai penerbangan, transportasi jalur udara global diperkirakan tidak akan pulih dari penurunan hingga 2024.

Pemulihan yang lamban disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya kepercayaan konsumen, penurunan perjalanan bisnis, dan lonjakan angka korban Covid-19 di Amerika Serikat atau beberapa tempat lain.

Reporter Magang: Theniarti Ailin (mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami