Tak Main-Main, Budi Waseso Tindak Tegas Oknum Diskreditkan Kualitas Beras Bulog

Tak Main-Main, Budi Waseso Tindak Tegas Oknum Diskreditkan Kualitas Beras Bulog
UANG | 22 Mei 2020 13:49 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menegaskan bahwa oknum yang dengan sengaja mendiskreditkan kualitas beras Bulog akan ditindak tegas dan cepat, sesuai hukum yang berlaku. Menurut Budi Waseso, ini perlu dilakukan karena dapat dianggap sebagai gangguan terhadap kepentingan nasional.

Mantan Kabareskrim tersebut menjelaskan, baru-baru ini terjadi kasus beredarnya sebuah video yang sempat viral, yakni oknum yang menjelekkan kualitas beras Bulog dengan menyebutkan beras tersebut busuk. Video tersebut diyakini terjadi di Kelurahan Pisangan Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

"Kita langsung 'crosscheck' dengan penyaluran yang ada di lapangan, dan ternyata pelakunya yang memviralkan video tersebut sudah ditangkap polisi pada hari itu juga. Kita tidak main-main soal pangan ini ya, siapa yang menghalang-halangi tugas kita akan segera kita selesaikan," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas melalui keterangan di Jakarta.

Budi Waseso mengatakan, video yang sempat viral itu berkaitan dengan upaya pemerintah melalui Bulog dalam memberikan bantuan beras kepada 1,45 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Jabodetabek.

Perum Bulog mendapat penugasan untuk menyediakan bantuan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabodetabek dan penyalurannya sedang berjalan dan hampir terlaksana 100 persen.

Ada pun penyaluran beras telah dilakukan sejak 5 Mei 2020 dengan masing-masing keluarga diberikan bantuan beras sebanyak 25 kilogram.

1 dari 1 halaman

Koordinasi Pemerintah Pusat

pusat rev1

BUMN Pangan tersebut terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu menyukseskan program pemerintah dengan menstabilkan harga pangan menjelang Lebaran dan selama masa penanganan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan Perum Bulog diberi penugasan untuk menyalurkan bantuan sosial berupa beras oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Menteri Sosial.

"Program bansos ini ada dua pola dari Kemensos, yang pertama sembako di dalamnya ada beras, gula sarden, dan komoditas lainnya. Kemudian, tahap berikutnya ada beras saja, yang beras ini diserahkan ke Bulog," kata Tri. (mdk/idr)

Baca juga:
Capai 1,4 Juta Ton, Stok Beras Nasional di Tengah Pandemi Aman
Gandeng UMKM, Bulog Target Supermal Pangan Online Hadir di 15 Kota
Meski Ada Corona, Bulog Optimistis Target Penjualan 2020 Rp32 T Tercapai
Bulog Klaim Stok Gula Cukup Sampai Lebaran
Perum Bulog Jamin Beras Aman Hingga Akhir Tahun
Ini Penyebab Harga Beras Naik saat Musim Panen Raya Versi Perum Bulog

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami