Tak Terurus, Kapal Wisata di Labuan Bajo Rusak dan Tenggelam

Tak Terurus, Kapal Wisata di Labuan Bajo Rusak dan Tenggelam
UANG | 25 Mei 2020 17:16 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Mewabahnya virus corona (covid-19) di Indonesia membuat sejumlah lokasi wisata tutup karena tak ada wisatawan yang datang, salah satunya di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Akibat tidak ada wisatawan yang berwisata ke daerah itu, sejumlah kapal angkutan wisata rusak dan tenggelam di perairan kawasan Pelabuhan Labuan Bajo.

Penanggung jawab kapal motor Sarana Inti Pangan 01, Idrus mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sedikitnya ada lima unit kapal wisata yang tenggelam karena tidak terurus.

"Banyak kapal wisata yang rusak dan tenggelam karena memang tak diurus, termasuk kapal wisata yang saya tangani," kata Idrus dikutip Antara, Senin (25/5).

Dia menjelaskan, Kapal Motor (KM) Sarana Inti Pangan 01 merupakan kapal milik salah satu mitra Indofood yang berada di Jakarta, tenggelam di perairan kawasan Pelabuhan Labuan Bajo pada Senin, pukul 08.30 wita, saat dirinya hendak mengecek kapal tersebut.

Kapal dengan ukuran 14 gross tonage itu tenggelam di parkiran mooring buoy tanpa anak buah kapal. Idrus menambahkan bahwa sejak dua hari terakhir memang kondisi pompa air di dasar kapal wisata itu bermasalah.

"Ini murni kelalaian petugas kapal yang ditugaskan mengelola kapal itu, sehingga air laut masuk ke dalam kapal wisata itu dan kemudian perlahan-lahan tenggelam," tambah dia.

1 dari 1 halaman

Akibat kejadian itu, dia mengaku menderita rugi puluhan juta rupiah. Apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini ia kesulitan mendapatkan orderan dari wisatawan karena memang wisatawan dilarang berwisata di daerah itu.

Idrus juga mengaku bukan hanya kapalnya saja yang tenggelam, beberapa kapal wisata di kawasan wisata Labuan Najo itu juga tenggelam karena tak terurus akibat tak beroperasi selama masa pandemi.

Kurang lebih ujar dia sudah ada lima kapal yang tenggelam, seperti kapal wisata Embong Nai, Surya Indah, Labohem dan satu unit kapal biru milik investor asing yang dikelola oleh warga di daerah itu.

Untuk itu, sore ini dirinya dan beberapa karyawannya akan mengangkut kapal itu ke darat untuk diperbaiki."Kalau tambah dengan kapal saya, sudah lima kapal yang tenggelam," tutur dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Wisata Candi Borobudur akan Dibuka Awal Juni 2020, Khusus Pengunjung Berstiker Hijau
Menteri Erick Berambisi Ubah Pelabuhan Benoa Laiknya Bandara Changi Singapura
Setelah 3 Bulan Tutup, Candi Borobudur akan Kembali Dibuka Juni 2020 Mendatang
Sambut The New Normal, Industri Pariwisata Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
Mengunjungi Bumiaji, Desa Suci Warisan Majapahit di Kota Batu
Pariwisata Diprediksi Booming 2021, Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5