Tangani Corona, Pemrov Bengkulu Gratiskan Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin

Tangani Corona, Pemrov Bengkulu Gratiskan Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin
UANG | 3 April 2020 17:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Virus corona atu covid-19 telah menyebar ke semua provinsi di Indonesia. Penyebaran tersebut diduga berasal dari arus perjalanan manusia yang utamanya berasal dari Pulau Jawa.

Penyebaran virus yang sangat cepat membuat sebagian daerah harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi serangan wabah tersebut. Utamanya untuk layanan kesehatan. Salah satu yang terbaru adalah provinsi Bengkulu, di mana 2 warganya dinyatakan positif corona.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menjelaskan, kurang maksimalnya penanganan terhadap pasien covid-19 salah satunya disebabkan sulitnya akses kesehatan. Sebab, persentase penduduk kurang mampu masih tinggi dan mereka sulit mengakses layanan kesehatan.

"Karena kalau dari sisi persentase masyarakat Bengkulu yang termasuk di dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah ini memang masih di atas rata-rata nasional. Sehingga kemampuan mereka di dalam mengakses layanan-layanan kesehatan, kalau tidak mendapatkan jaminan program perlindungan sosial memang masih merasa kesulitan," jelas Rohidin dalam acara diskusi di Jakarta, Jumat (3/4).

1 dari 1 halaman

Beri Layanan Gratis

gratis rev1

Namun demikian, Pemprov sudah mengupayakan agar dalam menangani covid-19, masyarakat yang berpenghasilan rendah dan perlu mendapatkan perlindungan sosial tersebut diberikan pelayanan gratis. Mulai dari tingkat Puskesmas, rumah sakit di kabupaten dan kota, hingga ke rumah sakit rujukan nasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Dengan harapan tidak ada alasan bagi masyarakat jika sudah mendapatkan keluhan yang utamanya mengarah pada gejala covid-19 untuk tidak segera mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan bakal merelokasi APBD 2020 untuk percepatan penanganan virus Corona (Covid-19). Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan anggaran yang potensial untuk direlokasi mencapai Rp15 miliar.

Hal tersebut mengacu pada Inpres Nomor 4 tahun 2020. Sehingga selain APBD Provinsi, APBD kabupaten dan kota, serta dana desa juga akn digunakan untuk fokus penanganan covid-19.

Reporter: Pipit

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Tito Tak WFH Demi Terima Bantuan Rapid Test dan APD dari Singapura
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Tak Ada Larangan Keras Mudik, Konsekuensi Ada di Daerah
Sehat, Bima Arya Jalani Tes Swab Kedua untuk Covid-19
Pemprov Jabar Alokasikan Anggaran Rp16 T untuk Penanganan Virus Corona
Sejumlah Toko di Pasar Baru Tutup Akibat Corona
Penyerahan Bantuan Rp 10 Miliar Tempo Scan Group ke BNPB Lawan Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami