Tanggapan Kubu Jokowi soal Ide Sandi Bangun Infrastruktur Tanpa Utang

UANG | 11 Desember 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Cawapres Sandiaga Uno janji akan membangun infrastruktur di Indonesia tanpa berutang. Caranya, Sandi akan melibatkan swasta dengan sistem bermitra.

Menurut Sandi, pelibatan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur bisa mengurangi penggunaan APBN dan utang. Dengan demikian, infrastruktur tetap terbangun meski tanpa APBN.

Ide Sandi ini langsung menuai komentar dari kubu Jokowi. Berikut komentar kubu Jokowi terkait ide Sandi:

1 dari 4 halaman

Erick Thohir: Saya Ingin Belajar

Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengaku ingin belajar kepada Sandi tentang cara membangun infrastruktur tanpa berutang. Sebagai seorang pengusaha, Erick mengaku dalam menjalankan bisnisnya selalu ada modal dan utang.

"Kalau saya sebagai pengusaha, biasanya dalam berbisnis itu ada modal dan ada utang. Biasanya nih saya. Cuma kalau dari Pak Sandi membangun sesuatu tanpa utang mungkin saya ingin ketemu juga, saya ingin belajar. Karena track record saya sebagai pengusaha seperti itu," ujar Erick.

2 dari 4 halaman

Komentar Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengomentari ide Sandiaga Uno. Menkeu mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo juga berkomitmen pembiayaan infrastruktur tanpa utang. Dan itu sudah dilakukan. "Makanya defisit kita makin diturunkan, primary balance kita nol, dan kalau Pak Prabowo sebagai kontestan punya komitmen seperti itu berarti makin meningkatkan confidence ekonomi Indonesia," kata Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan cara pemerintah membangun infrastruktur tanpa utang. Caranya dengan kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU. "Apakah itu pure APBN, apakah APB dengan APBD, DAK fisik, kita juga menggunakan dengan KPBU, bahkan Bappenas punya PINA," katanya. PINA adalah Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah.

Selain itu, pembangunan infrastruktur tanpa utang juga bisa dilakukan dengan sekuritisasi proyek infrastruktur yang sudah jadi. Hal ini bisa dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

3 dari 4 halaman

Anggaran Infrastruktur Tahun 2014 sampai 2018

Selama masa pimpinan Presiden Jokowi, anggaran infrastruktur tahun 2014 sebesar Rp 154,7 triliun, tahun 2015 naik menjadi RP 256,1 triliun. Pada tahun 2016 anggarannya naik menjadi Rp 313,5 triliun. "Anggaran tersebut lebih besar dari alokasi anggaran infrastruktur dalam APBNP tahun 2015," kata Jokowi.

Pada 2017, anggaran infrastruktur meningkat sekitar Rp 390,2 triliun. Dan tahun 2018, pemerintah mengalokasi anggaran untuk proyek pembangunan sebesar Rp 410,4 triliun.

4 dari 4 halaman

Berapa Anggaran Infrastruktur 2019?

proyek jalan tol cimanggis-cibitung. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Lalu untuk tahun 2019, anggaran untuk infrastruktur kembali meningkat. Nilainya tahun 2019 sebesar Rp 420,5 triliun.

Dengan anggaran itu, Jokowi menjelaskan berencana membangun 667 kilometer ruas jalan nasional baru, 905 kilometer jalan tol, 48 unit bendungan, dan 162 ribu hektar jaringan irigasi. (mdk/has)

Baca juga:
Tak Mau Kejadian 2014 Terulang, Alasan Kubu Prabowo-Sandi Pindah Markas ke Jateng
TKN Jokowi Sindir Janji Sandiaga Soal OK OCE yang Tak Jalan
4 Strategi Tim Prabowo Ingin Kuasai Wilayah Basis Jokowi
Hanura Sebut Prabowo Cs Kedodoran Strategi Hingga Mau Buat Markas di Jateng
Sekjen PAN Akan Tindak Ketua DPW Kalsel yang Dukung Jokowi-Ma'ruf