Tanggapan Menhub Budi Soal Usulan Kertajati Ganti Nama Jadi Bandara BJ Habibie

UANG | 17 September 2019 10:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, belum ada usulan dari pemerintah daerah (Pemda) terkait wacana penggantian nama penggantian nama Bandar Udara (Bandara) Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie.

"Sesuai dengan prosedur, nama diusulkan oleh Pemda dan disetujui oleh DPRD. Sejauh itu disetujui maka kita akan kondisikan. Prosesnya tergantung di DPRD. Kalau di tempat kita seminggu selesai," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/9).

Dia menjelaskan, untuk mengganti nama bandara tergantung pada keputusan DPRD setempat. Jika sudah disetujui, maka penggantian nama bandara bisa dilakukan.

Diketahui, wacana penggantian nama ini muncul ketika warganet mengusulkan Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden RI ke-3 itu. Apalagi, mengingat jasa BJ Habibie dalam memajukan dirgantara Indonesia.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan sinyal positif atas usulan masyarakat yang ingin mengubah nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie.

Menurutnya, usulan ini dinilai tidak akan menjadi permasalahan, mengingat kehidupan almarhum BJ. Habibie pernah dihabiskan di Jawa Barat. Sebelumnya, Ridwan Kamil terinspirasi mengabadikan nama Habibie di gedung creative center.

"Saya sudah dengar, memang sejalan dengan apa yang saya pikirkan. Hanya butuh proses saja. Saya juga tahu beliau bertemu cintanya (Ainun) di Jabar, sebelum ke Jerman sekolah di Jabar, mendirikan IPTN (sekarang PT DI) di Jabar," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (16/9).

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ridwan Kamil Setuju Nama Bandara BIJB Diganti BJ Habibie
Saat Tol Cisumdawu Beroperasi, Bandung-Kertajati Cuma Butuh Waktu 45 Menit
Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi III Ditargetkan Rampung Desember 2019
Bandara Kertajati Dinilai Saat ini Makin Sepi, Inilah Faktanya
Mengupas 3 Wilayah Kandidat Ibu Kota Baru Jawa Barat
Meski Merugi, 5 Proyek Ini Diyakini Bangkitkan Penggunaan Transportasi Publik

(mdk/azz)