Tanggapan Menteri Rini Soal Pejabat Pertamina Ikut Rombongan Prabowo ke Brunei

UANG | 24 Mei 2019 14:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno angkat suara terkait pejabat Pertamina yang kedapatan masuk ke dalam manifes rombongan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam.

"Karyawan BUMN itu ada jutaan orang. Gimana saya bisa tahu mereka semua ngapain saja? Misal Anda punya 10 sodara, Anda bisa tahu kesepuluhnya ngapain saja? Kan enggak tahu. Tapi yang pasti kita selalu lihat apakah mengikuti aturan apa tidak, ada aturan karyawan BUMN. Apalagi dia melakukanya dalam hari-hari kerja," ucapnya di Lampung, Jumat (24/5).

Saat ditanya terkait status dari Wedi Kamaludin lebih lanjut, Menteri Rini mengaku Kementerian BUMN telah melakukan penonaktifan.

"Sudah, kemarin kan sudah ada tindakan," kata dia.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN memastikan direksi anak usaha PT Pertamina (Persero) itu yakni Wedi Kamaludin telah dinonaktifkan dari jabatannya atas tindakannya yang dinilai tidak menunjukan netralitas membantu kampanye salah satu calon presiden tertentu.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan Wedi Kamaludin telah dinonaktifkan oleh Direksi Pertamina. "Sudah nonaktif untuk diinvestigasi. Yang menonaktifkan adalah direksi Pertamina," ucapnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jelang Mudik, Stok BBM di Jateng dan Yogyakarta Melimpah
Menteri Rini Tinjau Tol Trans Sumatera di Pelabuhan Merak
PLN Ajak Industri Gunakan Premium Green Energy
PLN Tak Operasikan 10.000 MW Pembangkit Listrik Saat Lebaran
Tingkatkan Kapasitas Masyarakat, Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Rp2,26 Miliar
PLN Sebut Konsumsi Listrik Jawa Bali Saat Lebaran Turun 60 persen

(mdk/azz)