Tanggapan Pemerintah Soal Singapura Masih Pegang Ruang Udara Natuna

Tanggapan Pemerintah Soal Singapura Masih Pegang Ruang Udara Natuna
Pengambilalihan Flight Information Region (FIR) Natuna oleh Indonesia. Instagram kemhanri ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 26 Januari 2022 18:11 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Profesor Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, perjanjian atas penyesuaian batas FIR (Flight Information Region) Jakarta-Singapura meliputi wilayah Kepulauan Riau dan Natuna yang dinilai belum memberikan kebebasan penuh kepada Indonesia.

Hikmahanto menilai, adanya aturan pendelegasian pelayanan Jasa Penerbangan ke otoritas Singapura di area tertentu sekitar Changi pada ketinggian 0-37.000 kaki. Sehingga, Indonesia masih harus melapor kepada otoritas penerbangan Singapura jika melintasi ruang udara di ketinggian tersebut.

"Ini yang oleh media Singapura disebut hal yang memungkinkan bagi Bandara Changi untuk tumbuh secara komersial dan menjamin keselamatan penerbangan," ujar Hikmahanto saat dikonfirmasi Merdeka.com, Rabu (26/1).

Merespon hal itu, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, Indonesia dalam posisi siap dan mampu menyelenggarakan jasa pelayanan penerbangan di wilayah FIR yang batasnya telah disepakati. Adapun, terkait aturan pendelegasian pelayanan jasa Penerbangan pada area ketinggian tertentu ke pihak Singapura itu lebih terkait aspek keamanan.

"Saya bisa jelaskan bahwa kerja sama ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan Indonesia. Indonesia sangat siap dan mampu menyelenggarakan jasa pelayanan penerbangan di wilayah FIR yang batasnya telah disepakati. Sekali lagi pendelegasian pelayanan jasa penerbangan lebih lebih terkait dengan keamanan dan keselamatan penerbangan,"ujar Jodi dalam pernyataannya, Jakarta, Rabu (26/1).

Dia menerangkan, dalam perjanjian yang baru diteken ini, Indonesia mendelegasikan Pelayanan Jasa Penerbangan secara terbatas (di zona dan ketinggian tertentu kepada otoritas Singapura). Hal ini agar pengawas lalu lintas udara di Singapura, dapat mencegah fragmentasi dan mengkoordinasikan secara efektif lalu lintas pesawat udara yang akan terbang dari dan menuju Singapura di ketinggian tertentu.

"Indonesia mendelegasikan pelayanan jasa penerbangan kepada Singapura untuk menjaga keselamatan dan efektifitas pelayanan penerbangan yang masuk dan keluar dari Changi Airport dan melalui FIR Indonesia," tekannya.

Bagi Indonesia, lanjut Jodi, penyesuaian batas FIR ini juga memiliki makna strategis untuk menegaskan kedaulatan bangsa. Ini karena aturan batas FIR Singapura dari batas yang ditetapkan organisasi penerbangan sipil internasional/ICAO berhasil diambil alih sejak tahun 1973 silam.

"Penyesuaian batas FIR ini juga sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Diambil Alih RI, Begini Sejarahnya Ruang Udara Natuna Dikelola Singapura
Sejarah Ruang Kendali Udara Indonesia Dikuasai Singapura, Sejak Kapan?
Soal FIR, Panglima sebut latihan TNI tak harus izin ke Singapura
Sampai kapan kedaulatan udara RI terus dikendalikan Singapura?
Jokowi minta lalu lintas udara diambil alih dari Singapura

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami