Tanggapi Keluhan Masyarakat, KCN Bentuk Tim Khusus dan Gandeng Pakar IPB

UANG | 4 September 2019 17:10 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - PT Karya Citra Nusantara (KCN) membentuk tim khusus untuk menganalisis keluhan masyarakat mengenai debu batu bara dari pelabuhan. Tim bentukan manajemen dari perusahaan patungan antara PT Karya Tehnik Utama (KTU) dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tersebut menganalisis penyebabnya debu dan menyiapkan beberapa solusi.

Tim dari PT KCN saat ini tengah berdiskusi dengan pakar lingkungan dari universitas ternama yang dalam waktu dekat akan ada rencana aksinya.

Direktur Utama KCN, Widodo Setiadi mengatakan, manajemen tengah menyiapkan sejumlah langkah guna mengatasi penyebaran debu, salah satunya membuat jaring basah yang mengelilingi area bongkar-muat. Jaring itu nanti dialiri air untuk memerangkap partikel debu yang terbang.

"Selain itu, kami juga menyiapkan sejumlah rencana untuk mengatasi masalah itu seperti bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk membentuk mini forest di sekitar pelabuhan yang berfungsi menjaring debu-debu tersebut," jelas Widodo di Jakarta.

Untuk diketahui, pada tahun 2013 lalu KCN telah melakukan penanaman pohon bakau tahap 1 sebanyak 10.000 pohon, kemudian pada tahun 2014, penanaman pohon bakau tahap II dilakukan dengan jumlah pohon sama. Kemudian, tahun 2015 KCN membuat mini forest di area kantor yang berada di dalam wilayah pelabuhan juga.

Selain melakukan penghijauan, KCN mengklaim juga memperhatikan kebersihan di pelabuhan terutama di area dermaga. Secara rutin, KCN melakukan penyemprotan dan pembersihan dermaga setiap 2 minggu sekali agar debu yang dapat mengganggu lingkungan hilang. Tak hanya itu, kebersihan parit pembuangan juga terus diperhatikan sehingga tidak akan terjadi penyumbatan yang dapat mengakibatkan banjir.

"Berbagai upaya menjaga lingkungan Marunda telah dan akan terus kami lakukan dalam rangka mewujudkan pelabuhan yang hijau dan ramah lingkungan. Setelah kami lepas dari permasalahan hukum yang sedang dihadapi, kami akan lebih fokus membangun pelabuhan Marunda dan dampak ekonominya akan jauh lebih besar," tutup Widodo (mdk/idr)

Baca juga:
Pameran Perkapalan dan Pertanian Terbesar Se-ASEAN Digelar di JIExpo Kemayoran
Terapkan Manajemen Risiko, Pelni Sabet Penghargaan Top GRC
Genjot Ekspor, Indonesia Butuh Penguatan Ekspor ke Negara Afrika
Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Kisruh Pelabuhan Marunda
Proyek Renovasi 3 Pelabuhan Sulteng Gunakan Utang BUMN Rp 900 Miliar
Istana Sudah Terima Laporan Kisruh Pelabuhan Marunda

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.