Tangkal Dampak Virus Corona, Insentif Penerbangan Disetujui Sri Mulyani

Tangkal Dampak Virus Corona, Insentif Penerbangan Disetujui Sri Mulyani
UANG | 17 Februari 2020 13:23 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan memberikan subsidi langsung kepada maskapai penerbangan untuk menekan kerugian di tengah merebaknya wabah Virus Corona. Pemberian subsidi tersebut juga dilakukan agar maskapai bisa menyediakan tiket murah bagi masyarakat.

"Pemerintah akan subsidi. Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) sudah setuju, nanti di-announce (diumumkan) akan ada subsidi dari pemerintah langsung mungkin ke operator maskapai, mungkin ke mana untuk tujuan-tujuan wisata," ujarnya seperti ditulis Antara, Jakarta, Senin (17/2).

Selain itu, Menhub Budi juga mengimbau pihak bandara serta maskapai penerbangan untuk memberikan potongan harga kepada penumpang. Dengan cara itu, industri pariwisata dalam negeri diharapkan bisa bergairah kembali.

"Sehingga kegairahan kita untuk mengisi ruang-ruang yang ditinggalkan oleh turis China bisa teratasi," kata dia.

Dia mengakui bahwa secara kualitatif penerapan kebijakan penundaan sementara penerbangan dari dan ke seluruh destinasi di wilayah China memiliki dampak negatif pada industri penerbangan di Indonesia.

Meski demikian persoalan tersebut akan segera teratasi dengan kucuran subsidi secara langsung dari pemerintah yang ditargetkan mulai berlaku dalam waktu satu atau dua hari ini.

"Itu nanti akan diumumkan dan itu InsyaAllah sudah berlaku dalam 1 sampai 2 hari ini sehingga kita dapat kemudahan dengan harga yang lebih murah," kata Menhub Budi.

1 dari 1 halaman

Maskapai Butuh Insentif

Pengamat Penerbangan Aiac Aviation, Arista Atmadjati menilai, maskapai perlu mendapat insentif sebagai tindak lanjut menyusul penghentian sementara penerbangan sementara dari dan ke China akibat penyebaran Virus Corona.

"Kami mengimbau kepada regulator, selama keadaan belum normal karena dampak Virus corona China, alangkah lebih bagus bila regulator selama larangan sementara terbang ke China, maskapai bisa diberikan insentif atau diskon," kata Arista dikutip Antara, Selasa (4/2).

Menurutnya, dengan adanya penundaan penerbangan dari dan ke China, maka akan berdampak bagi industri penerbangan, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Citilink Indonesia, serta penerbangan sewa yang menerbangi kota-kota, di antaranya dari Jakarta, Solo, Denpasar, Manado ke Ghuangzhao, Beijing, Shanghai, Sanya Hainan, Chongqing, Kunming, Yaoqiang, Chong Qing, serta wisatawan in bound dari China ke Bali.

"Pemerintah telah membatalkan serta memperhatikan pembekuan sementara pemberlakuan visa on arrival bagi warga China ke Indonesia. Hal ini menurut kami, maskapai reguler maupun sewa akan kehilangan potensi," katanya.

Selain itu, utilisasi pesawat berbadan besar seperti Airbus 330 serta berbadan sedang B 737 800NG dan Airbus 320 diprediksi akan menurun. (mdk/did)

Baca juga:
BPS Pastikan Penurunan Ekspor Impor Januari Bukan Pengaruh Virus Corona
Tiga Warga Israel & 40 Warga AS di Kapal Pesiar yang Dikarantina Terinfeksi Covid-19
Prancis Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona, Kasus Pertama di Luar Asia
Gereja di Moskow Berdoa untuk China yang Sedang Melawan Wabah Virus Corona
AS, Kanada & Hong Kong Evakuasi Warganya dari Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang
Dievakuasi dari Wuhan, Mahasiswa asal Papua Barat Berterima Kasih ke Pemerintah
Cerita Kakak Beradik yang Kuliah Kedokteran di Wuhan Usai Observasi di Natuna

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami