Tangkal Resesi, Bank Indonesia Diminta Naikkan Suku Bunga Acuan

Tangkal Resesi, Bank Indonesia Diminta Naikkan Suku Bunga Acuan
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko
EKONOMI | 26 Juni 2022 11:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) dianjurkan segera menaikan suku bunga acuan yang kini masih bertahan di level 3,50 persen. Ini perlu dilakukan untuk meredam tekanan inflasi dan ancaman krisis ekonomi global yang makin mengintai.

The Fed sendiri selaku bank sentral Amerika Serikat (AS) telah menaikan suku bunga acuannya sebesar 150 basis poin (bps) sepanjang semester pertama 2022. Kenaikan agresif itu akan berlanjut pada Juli mendatang, yakni antara 50-75 bps.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mendorong KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk melakukan beberapa hal dalam jangka pendek.

Seperti, melakukan stres test terhadap perbankan, asuransi dan lembaga keuangan lain. Terutama berkaitan dengan dampak resesi di AS, keluarnya modal asing, dan kenaikan suku bunga The Fed yang eksesif.

"Segera menaikkan suku bunga 50 bps sebagai langkah pre-emptives hadapi tekanan inflasi di semester ke II 2022," kata Bhima kepada Liputan6.com, Minggu (26/6).

2 dari 2 halaman

Perbaiki Jaring Pengaman

Selanjutnya, KSSK juga dinilai perlu memperbaiki jaring pengaman sistem keuangan, terutama pada skenario bail in.

Kemudian, Bhima juga mendorong adanya penambahan negara mitra local currency settlement (LCS), dan lalu pemberian insentif lebih besar bagi pelaku susaha ekspor agar menukar devisa dolar dengan rupiah.

"Tingkatkan serapan investor domestik dalam SBN (Surat Berharga Negara) untuk cegah volatilitas akibat keluarnya investor asing di pasar obligasi," pungkas Bhima.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Gara-Gara Harga Cabai Mahal, BI Prediksi Inflasi Juni Capai 0,5 Persen
BI Klaim Ekonomi RI Aman di Tengah Gejolak Dunia, ini Salah Satu Buktinya
BI: Kredit Perbankan Tumbuh Melesat 9,3 Persen di Mei 2022
BI Optimis Neraca Pembayaran Surplus di Kuartal II-2022
3 Faktor Penyebab Krisis Ekonomi dan Inflasi Global

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini