TaniHub Klaim Naikkan Pendapatan 30.000 Petani Hingga 50 Persen

UANG » MAKASSAR | 17 Januari 2020 21:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - TaniHub Group sebagai startup agritech ingin mengembangkan bisnis komoditas pertanian berbasis teknologi digital di seluruh Indonesia. Perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022 dengan pertimbangan potensi pasar yang masih sangat besar.

CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan mengatakan, sejak tiga tahun terakhir, TaniHub telah membantu peningkatan produksi petani sebesar 30 persen dan pendapatan mereka secara umum sebesar 50 persen. Hingga kini, TaniHub disebutnya telah bermitra dengan lebih dari 30.000 petani.

"Kami akan terus mengajak petani untuk mau bermitra dengan kami supaya pendapatan mereka terus meningkat. Kami juga terus berproses melatih mereka untuk semakin dekat dengan teknologi," jelas Ivan di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).

Pihaknya mau memperluas pasar di kota-kota besar Indonesia, khususnya yang ada di wilayah Timur. "Di Indonesia Timur itu yang memang potensi itu cukup banyak. Salah satunya di Makassar, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan beberapa kota lainnya. Kita pertimbangkan mana-mana saja yang cocok dengan bisnis kita untuk bisa ekspansi ke sana," kata Ivan.

Ivan menyatakan, TaniHub sengaja menyasar kota besar untuk bisa menjangkau wilayah terpencil di sekitarnya. "Dengan kita buka di beberapa kota besar ini akan ada pemerataan distribusi dari hasil panen petani. Sehingga harga itu tidak membuat harga produksi petani rendah," tuturnya.

"Yang menyebabkan harga itu rendah tentunya bilamana terjadi panen raya tetapi pendistribusian barangnya tidak merata," dia menambahkan.

Oleh karenanya, dia bercita-cita agar TaniHub Group mampu mendirikan kantor cabang di seluruh kota besar Indonesia agar keseimbangan harga produk pertanian bisa merata. "Kita dengan buka beberapa cabang tidak hanya terpusat di Jawa, kita berharap nantinya produk-produk hasil panen bisa stabil harganya, tidak terlalu fluktuatif sehingga petani tetap bisa untung," tukas Ivan.

1 dari 1 halaman

Alami Lonjakan Bisnis 268 Persen di 2019

TaniHub Group sebagai startup agritech melaporkan telah mengalami pertumbuhan bisnis atau Gross Merchandise Value (GMV) yang melonjak 268,2 persen pada 2019 lalu. Pencapaian luar biasa ini didapat hanya dalam waktu tiga tahun sejak TaniHub Group didirikan pada 2016.

"Tahun 2019 kemarin pertumbuhan revenue kita sebagai e-commerce hampir tiga kali lipat dari bisnis rantai pasok pertanian berbasis teknologi," kata CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).

Ivan menuturkan, pihaknya saat ini telah memiliki tiga unit usaha, yakni TaniHub sebagai platform e-commerce hasil tani, TaniFund untuk pendanaan mitra petani, serta TaniSupply yang fokus kepada pengelolaan rantai pasok.

"Dengan adanya entitas tersendiri, kami akan jauh lebih agresif dalam mengembangkan bisnis rantai pasokan pertanian. TaniSupply melakukan proses pembelian dari petani. memproses komoditas di warehouse dari grading sampai quality assurance dan mendistribusikannya kepada klien maupun pelanggan," ungkapnya.

Dia menyampaikan, TaniHub saat ini telah membangun fasilitas distribusi regional (regional distribution center) di lima kota, yakni Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Untuk menunjang proses bisnis yang semakin cepat dan berkembang. TaniHub sedang mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) baru untuk mengintegrasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi.

Ke depan, perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022 dengan pertimbangan potensi pasar yang masih sangat besar. Berdasarkan data yang diperoleh TaniHub, Indonesia memiliki 5.700 produsen di industri pengolahan makanan (food processing industry) dan lebih dari 30.000 outlet modern retailer (supermarket, hypermarket, dan lain-lain).

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Baca juga:
TMI dan MDI Ventures Suntik Startup IoT asal AS
Platform Layanan Perawat Ini Dapat Investasi Seri B dari EV Growth
Pemerintah Libatkan Startup Manfaatkan Lahan Hutan Sosial Genjot Pertanian
Cerita Olga Wina, Raup Puluhan Juta Usai Putuskan jadi Mitra Mapan
Modal Rp5.000, Masyarakat Bisa jadi Mitra Mapan Lewat Tiga Layanan Ini
Resmi IPO, Harga Saham Tourindo Guide Indonesia Naik 10 Persen
Investor Startup EV Growth Tutup Dana Investasi Pertama USD 250 Juta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.