Target Ekspor UMKM Naik 100 Persen, Menteri Teten Dorong Produk Diminati Tinggi

Target Ekspor UMKM Naik 100 Persen, Menteri Teten Dorong Produk Diminati Tinggi
UANG | 8 Januari 2020 18:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan akan mendorong produk usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang memiliki permintaan tinggi di dunia. Instansi pemerintah telah bersinergi menyiapkan strategi untuk mendukung titah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan ekspor UMKM hingga dua kali lipat pada 2024.

Sebagai informasi, kontribusi UMKM dalam total ekspor Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 14,5 persen per tahun. Jika dinaikan hingga dua kali lipat, maka pemerintah target mendongkrak kontribusi UMKM pada kegiatan ekspor di 2024 hingga 30 persen.

"Kita target tahun 2024 itu kan naik dua kali lipat dari sekarang. Ini tentu arahan yang optimis, ambisius lah. Saya kira kalau kita melihat perbandingan dengan negara lain, sebenarnya kita masih kecil sementara potensi kita besar," papar Menteri Teten di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (8/1).

"Karena itu strategi kita mencapai target ekspor itu akan fokus mengembangkan UMKM dan koperasi di sektor-sektor tertentu yang memang permintaan dunianya tinggi," tambahnya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan beberapa komoditas Indonesia yang permintaan di pasar global tinggi antara lain produk makanan/minuman berbasis kelautan, pertanian dan perkebunan.

"Yang kedua yang lagi growing juga adalah home decor, seperti furniture, kerajinan, muslim fashion, itu cukup tinggi. Jadi saya kira kita optimis kalau kita fokus pengembangan UMKM-nya di sektor produksi di sektor yang permintaan dunianya tinggi meskipun ekonomi dunia sedang lesu, saya kira kita bisa mencapai target ekspor," tuturnya.

Guna mencapai tujuan ekspor tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM dikatakannya akan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perindustrian. "Jadi kalau Kementerian Koperasi kan tupoksinya adalah membina pengembangan usahanya. Sektor teknisnya ada di kementerian lain," sambungnya.

Baca Selanjutnya: Fokus Pengembangan UMKM Dibagi Dua...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami