Tarif integrasi Tol JORR ditetapkan usai Asian Games

UANG | 1 Agustus 2018 14:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Implementasi dari tarif integrasi Jakarta Outer Ring Road (JORR) kemungkinan baru akan diterapkan usai gelaran Asian Games 2018 berlangsung. Hingga saat ini, penerapan tarif integrasi tersebut masih belum diberlakukan lantaran masih ada menemui sejumlah hambatan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, yang masih menjadi permasalahan dari integrasi ini yaitu jalan tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami yang juga dimasukkan dalam integrasi tersebut.

Untuk ruas tersebut, selama ini hanya dikenakan tarif tol sebesar Rp 3.000. Namun ketika masuk dalam integrasi, tarifnya akan sama seperti ruas lain yaitu Rp 15.000.

"Belum. Karena kalau yang masuk Rp 3.000 (tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami)‎ sih oke, tapi ini yang lagi kita pikir," ujar dia di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Basuki menyatakan, pihaknya tengah mencari solusi dari permasalahan ini. Sebab, jika dibuat tersendiri, maka akan ruas tol tersebut diperkirakan akan menimbulkan kemacetan.

"Mau dedicated sendiri nanti macet, tapi kalau mau di bikin sendiri kan perlu waktu jadi ini yang kita (pikirkan). Tapi mungkin ini belum dulu," kata dia.

Oleh sebab itu, Basuki memperkirakan penerapan tarif integrasi JORR ini baru bisa direalisasikan setelah Asian Games nanti. "(Setelah Asian Games?) Iya," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tak jadi diperbaiki, JPO rusak dihantam truk di Tol JORR dibongkar
Tangkap buronan Thamrin Tanjung, Kejagung bilang 'bukti kita tidak mendiamkan'
Kejaksaan ciduk buron korupsi Tol JORR Rp 1,05 triliun di Citos
Sopir truk yang kena tembak di kepala saat melintas di Tol JORR tewas
Polisi olah TKP kasus sopir truk kena peluru nyasar di Tol JORR Simatupang
Sopir truk ambruk kena tembak di kepala saat melintas di Tol JORR

(mdk/idr)