Tarif KRL Batal Naik dalam Waktu Dekat

Tarif KRL Batal Naik dalam Waktu Dekat
KRL. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori
EKONOMI | 13 Mei 2022 09:33 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerapan kebijakan penyesuaian tarif dasar kereta komuter (KRL) tidak dilakukan dalam waktu dekat. Wacana ini sebelumnya telah menjadi bahasan di awal tahun 2022 mempertimbangkan berbagai aspek.

"Menanggapi pertanyaan media terkait kenaikan tarif KRL Jabodetabek, kami tegaskan bahwa Kemenhub tidak akan menerapkannya dalam waktu dekat," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati kepada wartawan, Jumat (13/5).

Dia menyampaikan, saat ini, Kemenhub akan melakukan pengkajian ulang terkait kebijakan penyesuaian tarif KRL pasca Lebaran Idulfitri 2022. Mengingat, terdapat kenaikan harga bahan pokok yang mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Sebelumnya kami sudah membuat kajian tentang penyesuaian tarif, namun untuk penerapannya akan mempertimbangkan berbagai kondisi yang berkembang," ujarnya

Lebih lanjut, Kemenhub berjanji untuk segera menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pemberlakuan penyesuaian tarif krl.

"Kami akan segera menyampaikan ke masyarakat, jika akan dilakukan penyesuaian tarif KRL," tutup Adita.

2 dari 2 halaman

Besaran Kenaikan Tarif KRL

Sebelumnya, Pemerintah berencana menaikkan tarif dasar kereta komuter (KRL) menjadi Rp 5.000 dari semula Rp 3.000. Tarif KRL naik tersebut hanya untuk 25 kilometer pertama. Sedangkan untuk per 10 kilometer selanjutnya tetap Rp 1.000.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati menyampaikan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut kelanjutan dari penerapan kebijakan ini. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini jadi salah satu dasar pertimbangan yang jadi perhatiannya.

Meski akan melakukan pembahasan, Adita tak menyebut kapan waktu penerapan tarif baru tersebut akan mulai berlaku. Sisi lain yang jadi pertimbangannya juga mengenai kemampuan masyarakat yang kini dihadapkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan sejumlah komoditas lain.

"Situasi paska mudik termasuk jadi pertimbangan kami. Juga adanya kenaikan harga di berbagai komoditas yang bisa memengaruhi buying power masyarakat," katanya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pengguna Tak Keberatan Tarif KRL Naik Menjadi Rp5.000 Asal Layanan Meningkat
Kapan Tarif KRL Naik Menjadi Rp5.000?
Siap-Siap, Tarif KRL Direncanakan Naik Jadi Rp5.000
KAI-INKA Resmi Kerja Sama, Indonesia Tak Lagi Impor KRL Mulai 2024
KRL yang Melintasi Depok Masih Alami Gangguan Imbas Kebakaran Pasar Kemiri

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini