Tarif Sudah Digratiskan 3 Bulan, Pemerintah Harap Tak Ada Lagi Pencurian Listrik

Tarif Sudah Digratiskan 3 Bulan, Pemerintah Harap Tak Ada Lagi Pencurian Listrik
UANG | 1 April 2020 17:22 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Pemerintah menggratiskan pembayaran listrik selama tiga bulan untuk pelanggan 450 Volt Ampere (VA) selama pandemi Virus Corona. Sementara, untuk pelanggan 900 VA, pemerintah juga memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, mengimbau masyarakat tak memanfaatkan momentum ini untuk melakukan tindakan curang seperti pencurian listrik. Sebab, selama ini pencurian listrik masih banyak terjadi.

"Maksud saya niat ini janganlah kemudian orang mencuri (listrik)," ujar Rida di Jakarta, Rabu (1/4).

Rida mengatakan, untuk mengantisipasi pencurian listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan terus melakukan pemantauan terhadap konsumsi listrik masyarakat. Sebagai BUMN yang menyediakan listrik, perusahaan itu memiliki data konsumsi listrik setiap bulan.

"Ini kita pantau profil penggunaannya seperti apa. Bahwa banyak yang di rumah itu yang diantisipasi utamanya dalam hal dana yang dibutuhkan. Untuk prabayar diberi token gratis untuk pemakaian bulanan. PLN sudah punya profil pelanggan. Ketahuan beli maksimum 3 bulan terakhir berapa," paparnya.

1 dari 1 halaman

Tak Akan Ada Pemborosan

ada pemborosan rev1

Dia melanjutkan, meski ada pemotongan tagihan listrik masyarakat tidak akan semena-mena atau boros dalam menggunakan listrik. Sebab, hal tersebut disesuaikan dengan daya yang telah ditetapkan sejak pemasangan listrik.

"Untuk 450 VA yang reguler, yang pasca bayar itu berapapun pakainya itu ya gratis sesuai arahan Presiden. Kalau dianggap nanti orang cenderung boros, tapi kan dibatasi sekeringnya, pasti ngejepret juga kalau berlebihan," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Pemerintah Klaim Bakal Lebih Agresif Deteksi Kasus Baru Positif Covid-19
32 Provinsi di Indonesia Sudah Terinfeksi Corona
Pemerintah Naikkan Anggaran Sembako Jadi Rp43,6 T Atasi Dampak Corona
Ekonom Dukung Pemerintah Terbitkan Recovery Bond Guna Tangani Virus Corona
Penurunan Volume Kendaraan di Jalan Tol akibat Covid-19
PDIP Sebut Anggaran Penanggulangan Corona Harus Diawasi Agar Tepat Sasaran
Satu Warga Positif Covid-19, Akses Satu Kelurahan di Denpasar Dibatasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5