Taspen Bentuk Unit Investasi Syariah Januari 2020

UANG | 14 November 2019 18:03 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - PT Taspen (Persero) akan mulai merambah sektor keuangan syariah. Dimulai dengan pembentukan unit investasi syariah per 1 Januari 2020 mendatang.

Direktur Utama PT TASPEN, Iqbal Latanro mengungkapkan pembentukan unit investasi syariah tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya minat nasabah yang ingin transaksi bagi hasil atau syariah. Selain itu pihaknya juga melihat peluang di sektor syariah cukup besar.

"Taspen resmi deklarasikan pembentukan unit investasi syariah. Jadi transaksi-transaksinya akan berdasarkan akad syariah. Kami melihat peluang ini," kata Iqbal dalam Indonesia Sharia Economic Festival ISEF 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Dia mengungkapkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa (Global Islamic Economy Report 2018-2019). Ini adalah ukuran pangsa pasar produk dan jasa berbasis ekonomi syariah yang sangat besar.

Pemerintah juga telah berkomitmen untuk mewujudkan ekonomi syariah berbasiskan wajah Islam Indonesia yang inklusif dan mampu mensejahterahkan masyarakat di Indonesia.

"Sebagai pengelola program THT, Pensiun, JKK JKM ASN dan Pejabat Negara, Taspen mengambil peran dalam memanfaatkan peluang bisnis syariah tersebut dengan membentuk Unit Investasi Syariah sebagai inisiasi keturutsertaan dalam mensukseskan program Pemerintah dalam hal pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia," ujarnya.

Dia mengungkapkan saat ini Taspen telah memiliki instrumen investasi syariah sebesar Rp9,1 triliun pada 2018 dengan peningkatan rata-rata dari 2016 sebesar 34 persen. Terdiri atas saham yang terdaftar pada Jakarta Islamic Capital Market (Jakisl), Sukuk dan SBSN.

Adapun, total dana investasi yang dikelola oleh Taspen yakni sebesar Rp254 triliun. Dana itu terdiri dana akumulasi pensiun dan dana pengelolaan Tabungan Hari Tua (THT).

"Kami tidak mengalokasikan secara khusus mengenai berapa yang prinsip syariah, tapi kami akan melihat kalau ada peluang untuk masuk tentu kami masuk," ujarnya.

Dengan dibentuknya Unit Investasi Syariah maka Taspen akan lebih leluasa untuk bisa memperbesar dana kelolaan di instrumen syariah.

Saat ini terdapat beberapa Pemerintah Daerah yang mengutarakan kebutuhannya untuk dilayani secara syariah salah satunya adalah Qanun Aceh. Dia berharap ke depannya Pemerintah dapat memberikan dukungan kepada pelaku industri keuangan syariah berupa insentif yang akan mendorong para investor untuk berinvestasi pada industri keuangan syariah.

"Selain itu, kami juga berharap agar proses harmonisasi regulasi industri keuangan syariah juga menjadi agenda yang dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders industri keuangan syariah itu sendiri," ujarnya.

"Pertimbangan utama kenapa kami membentuk unit investasi syariah. Kami ingin ikut dalam pengembangan ekonomi syariah yang sekarang ini tumbuh kembang dengan baik sehingga menjadi alternatif investasi yang tentunya akan memberi pengayaan terhadap pengelolaan dana pensiun," dia menambahkan.

Perseroan juga tengah menyusun metode khusus untuk transaksi di Unit Investasi Syariah Taspen sesuai kewilayah. Ia mencontohkan, seperti misalnya Aceh yang mesti mendapatkan pelayanan khusus sesuai peraturan pemerintah daerah.

"Saya melihat ke depan peserta punya pilihan apakan mau dengan syariah atau konvensional. Khusus syariah kami akan mulai kembangkan produk investasi syariah mulai 1 Januari 2020, kata Iqbal.

Adapun sumber daya manusia (SDM) yang bakal mengelola unit tersebut, Iqbal mengatakan, Taspen bakal menyiapkannya secara bertahap. Analis-analis pada unit investasi syariah untuk sementara diambil dari analis pasar modal konvensional yang telah bekerja di Taspen.

1 dari 1 halaman

Kuartal III-2019, Taspen Bukukan Laba Rp84 Miliar

PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) membukukan kinerja positif pada kuartal III-2019. Hal ini ditunjukkan beberapa indikator. Salah satunya pertumbuhan premi sebesar 216,09 persen.

Pendapatan premi di kuartal III-2019 mencapai Rp1,17 triliun, tumbuh dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp369 miliar. Kenaikan premi disumbang oleh pertumbuhan premi asuransi kumpulan sebesar 204,45 persen dan premi asuransi individu sebesar 300,45 persen.

Direktur Utama Taspen Life Maryoso Sumaryono mengatakan, pertumbuhan premi asuransi individu yang signifikan tersebut meningkatkan jumlah peserta asuransi individu sebesar 1.709 persen.

"Taspen Life telah siap masuk pada target pasar individu, dengan tetap mempertahankan target pasar asuransi kumpulan," kata dia, dalam konferensi, di Jakarta, Jumat (11/10).

Selain itu, di kuartal III-2019 anak usaha PT Taspen (Persero) ini membukukan hasil investasi sebesar Rp205 miliar atau tumbuh 18,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp172 miliar. Untuk total pendapatan tumbuh 161,75 persen atau Rp1,36 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp521 miliar.

Ini berpengaruh positif pada pertumbuhan laba sebesar 114,42 persen. Dia mengatakan laba Taspen Life pada kuartal III-2019 sebesar Rp84 miliar sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba yang dibukukan sebesar Rp39 miliar.

"Hal yang mendorong keberhasilan Taspen Life di kuartal III-2019 ini, selain adanya perluasan pangsa pasar, Taspen Life terus meningkatkan sinergi dengan induk perusahaan PT Taspen (Persero)," ungkapnya.

Jumlah total aset tumbuh 26,35 persen atau Rp4,37 triliun pada 2019 dari Rp3,46 triliun di 2018. Pertumbuhan total aset, jelas Maryoso sebagian besar bersumber dari pertumbuhan aset investasi sebesar 34,06 persen dari Rp3,14 triliun di 2018 menjadi Rp4,21 triliun di 2019.

(mdk/bim)

Baca juga:
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, Taspen Resmikan Gedung Baru Cabang Lhokseumawe
Wapres JK Serahkan Penghargaan Inovasi Layanan Publik Kepada Taspen
Wapres Jusuf Kalla Terima Tunjangan Hari Tua dan Dana Pensiun dari Taspen
Hingga September 2019, Taspen Bayar Klaim Rp329,84 Miliar
Kuartal III-2019, Taspen Bukukan Laba Rp84 Miliar
Taspen Bayarkan Tabungan Hari Tua Anggota DPR dan DPD Periode 2014-2019 Rp7,58 M
TASPEN Masuk Top 45 Inovasi Layanan Publik