Tekan Defisit, Pemerintah Harus Berani Kembangkan Industri Digital

UANG | 15 Juli 2019 12:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta mengatakan Indonesia perlu melakukan gebrakan dalam pengembangan Information and Communication Technologies (ICT) untuk meningkatan investasi dan daya saing RI di tingkat global.

Terlebih lagi, salah satu visi-misi pemerintahan Jokowi 2019-2024 ialah memudahkan iklim investasi. "Kita harus berani mengembangkan industri ICT untuk pengembangan 5G dan 6G juga," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/7).

Selain itu, pengembangan di bidang teknologi penting mengingat salah satu kontribusi defisit transaksi berjalan berasal dari neraca jasa sektor teknologi yang tercatat semakin mendalam sejak 2011.

"Tidak kalah penting investasi dalam bidang industri ICT. ICT dalam neraca dagang kita sudah top 3 impornya di luar migas dan bahan pangan," ujarnya.

Oleh karena itu dia menjelaskan, investasi pada industri teknologi perlu ditingkatkan guna mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). "Selain itu, tentu saja ada juga yang perlu dikerjakan dalam konteks investasi petrokimia untuk pengambangan industri, lalu invetsasi logam dasar," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hexa, Drone Listrik yang Dapat Bawa Penumpang Terbang ke Mana Pun
Apkasindo Ajak Petani Kelapa Sawit Melek Teknologi
Bos Huawei: OS Hongmeng Lebih Bertenaga Dari Android dan MacOS
3 Alasan Headphone dan Earphone Berkabel Lebih Baik Ketimbang Wireless!
IPO, Perusahaan Jasa IT Peroleh Dana Rp222 Miliar
RUU Perlindungan Data Pribadi Segera Dibahas di DPR

(mdk/azz)