Tekan Defisit, Pemerintah Ubah Pencatatan Produksi Minyak Pertamina Dari Luar Negeri

UANG | 24 Mei 2019 18:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK akan mengubah pencatatan status minyak mentah yang didapat PT Pertamina (Persero) dari sumur minyak‎ yang dikelolanya di luar negeri. Hal ini untuk menghindari defisit neraca migas.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan kajian untuk mengubah status minyak bagian Pertamina, dari sumur luar negeri yang sebelumnya dikategorikan impor menjadi devisa masuk.

"Sedang merumuskan bagaimana volume entitlement Pertamina luar negeri yang masuk dicatat sebagai devisa bukan impor," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/5).

‎Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Darmin Nasution mengungkapkan, salah satu penyebab defisit neraca perdagangan adalah produksi migas Pertamina dari luar negeri kemudian di bawa ke dalam negeri, dicatat sebagai barang impor

"Itulah yang menyebabkan defisit neraca perdagangan menjadi lebar,” kata Darmin.

Saat ini Pertamina telah memiliki sejumlah blok migas di 12 negara. Di Aljazair memiliki hak partisipasi di Blok Menzel Lejmet North (MLN), El Merk (EMK), dan Ourhoud (OHD). Di Irak, perseroan memegang saham di Lapangan West Qurna 1. Sementara di Malaysia, perseroan memegang kepemilikan saham di Blok K, Blok Kikeh, Blok SNP, Blok SK309 dan Blok SK311.

Selanjutnya, pasca akuisisi perusahaan migas Perancis, Maurel&Prom, perseroan memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar, Italia, dan negara lainnya. Namun, aset utamanya yang telah berproduksi yakni di Gabon, Nigeria, dan Tanzania.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Langkah Pemerintah Jokowi Perbaiki Defisit Neraca Perdagangan Migas
ESDM Catat Pemanfaatan Gas Nasional oleh Pasar Dalam Negeri Capai 64 Persen
SKK Migas: Sektor Kelistrikan Turunkan Konsumsi Gas
Hingga April 2019, 16 Sumur Eksplorasi Migas Telah di Bor
ESDM: Defisit Migas Akan Membaik Usai Lebaran
Turun 10,8 Persen, Ekspor April 2019 Tercatat Sebesar USD 12,60 Miliar

(mdk/idr)