Tekan Impor, INKA Harap Inalum Bisa Pasok Kebutuhan Aluminium untuk Kereta Cepat

UANG » BANYUWANGI | 19 Agustus 2019 17:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT INKA (Persero) akan meningkatkan penggunaan aluminium dalam komponen kereta. Namun, badan usaha milik negara (BUMN) tersebut masih mengalami kendala pasokan aluminium.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan‎ perusahaannya menggunakan aluminium sebagai komponen badan kereta. Ke depan, penggunaannya akan meningkat karena mengikuti desain kereta membutuhkan komponen yang ringan.

"Desain kita juga ke depan sudah pakai aluminium desainnya," kata Budi, di Kantor Kementerian Badan Usaha Mili Negara (BUMN), Jakarta, Senin (19/8).

Budi mengungkapkan, INKA menghadapi kendala dalam penggunaan aluminium, yaitu pasokan aluminium yang masih berasal dari impor. Dia mengaku sudah melakukan negosiasi dengan pabrik aluminium di Morowali Sulawesi Selatan, namun permintaan INKA tidak bisa dilayani karena aluminium hasil produksi pabrik tersebut sudah terserap.

"Saya sudah ke Morowali kuota sudah habis. Saya minta Morowali bisa suplai," tuturnya.

Budi berharap, induk holding pertambangan BUMN PT Indonesia aluminium (Inalum) segera bisa membuat aluminium untuk komponen badan kereta. Sehingga INKA tidak lagi melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kereta.

‎"Makanya nanti siapa tahu Inalum bisa membuat body keretanya itu. Karena ke depannya nanti sudah dapat aluminium. Karena semua kereta cepat ke depannya pakai aluminium," tandasnya.‎

Reporter: Pebrianto Eko Wicksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Bos INKA Ungkap Alasan KRL Gunakan Kereta Bekas dari Jepang
INKA Kesulitan Cari 'Tempat Parkir' 134 Gerbong LRT Jabodebek
LRT Cibubur-Cawang Diuji Coba Bulan Depan
Bos INKA: PabriK Kereta Banyuwangi Sudah Terbangun 26 Persen
INKA Gigit Jari Proyek Pengadaan Bus TransJakarta Tersandung Kasus Korupsi
BUMN RI Bakal Investasi Kereta Api dan Tambang Emas di Afrika
PT INKA Kirim 26 Gerbong Kereta ke Bangladesh

(mdk/bim)