Tekan Jumlah Perokok, YLKI Dukung Cukai Rokok Naik di 2021

Tekan Jumlah Perokok, YLKI Dukung Cukai Rokok Naik di 2021
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. ©2017 Merdeka.com/anggun
EKONOMI | 23 Oktober 2020 13:46 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Konsumen Lembaga Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mendukung penuh upaya kenaikan cukai rokok tahun depan yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan . Menurutnya, kenaikan cukai rokok penting untuk memberikan perlindungan pada konsumen.

"Terhadap wacana itu YLKI sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan untuk kenaikan cukai rokok dimaksud," kata dia dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Dia mengatakan, cukai memang sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat sebagai perokok aktif dan atau perokok pasif. Kenaikan cukai rokok juga sangat penting untuk melindungi perokok anak dan remaja.

Mengingat prevalensi merokok anak di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 8,5 persen. Padahal target dari RPJMN 2020 hanya 5,8 persen. Artinya target menurunkan prevalensi merokok pada anak menjadi sangat penting, dan kenaikan cukai rokok menjadi instrumen efektif untuk itu.

Dia menambahkan, selama ini prevalensi merokok pada anak terus naik, karena harga rokok terlalu murah, dan apalagi rokok bisa dijual secara ketengan atau per batang. Apalagi peringatan pada bungkus rokok masih sangat kecil (40 persen), dan atau iklan dan promosi rokok yang masih dominan di semua lini.

Tulus juga berpendapat asumsi bahwa kenaikan cukai rokok akan melambatkan pertumbuhan ekonomi dan PHK buruh, adalah tidak benar dan tidak beralasan. Sebab faktanya bahwa kenaikan cukai rokok justru menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat akan mengalokasikan belanja untuk kebutuhan yang lebih urgen di masa pandemi ini.

"Sedangkan faktor pengurangan buruh bukan karena kenaikan cukai tapi faktor mekanisasi. Dan juga faktor rendahnya penyerapan tembakau lokal karena tingginya impor tembakau," katanya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar pemerintah tak perlu ragu untuk menaikkan cukai rokok pada 2021. Sebab, kenaikan tersebut sangat positif dari aspek pertumbuhan ekonomi dan atau aspek kesehatan masyarakat, demi melindungi masyarakat secara kuat dan komprehensif. (mdk/azz)

Baca juga:
Kemenkeu: Butuh Regulasi Memanfaatkan Cukai Rokok & Alkohol untuk Kesehatan
Menteri Sri Mulyani Pastikan Tetap Ada Insentif Pajak di 2021 Demi Pulihkan Ekonomi
2019, Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Tembus Rp 247,1 Miliar
Penerimaan Cukai Etil Alkohol Naik 140 Persen Imbas Produksi Hand Sanitizer Melonjak
Penjualan Rokok Sampoerna Turun Akibat Kenaikan Tarif Cukai dan Covid-19
Rencana Kenaikan Cukai dan Pandemi Corona Berdampak ke 5 Juta Pekerja IHT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami