Tekan Kecelakaan, Kemenhub Dorong Pelatihan dan Sertifikasi Sopir Bus

Tekan Kecelakaan, Kemenhub Dorong Pelatihan dan Sertifikasi Sopir Bus
UANG | 21 Januari 2020 14:32 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mendorong agar para sopir bus dapat dibekali pelatihan dan memiliki sertifikasi dalam mengemudi. Upaya ini dilakukan mengingat banyaknya angka kecelakaan yang terjadi terhadap transportasi umum seperti bus.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani, mengatakan pihaknya tengah menyusun empat program untuk para pengemudi bus. Pertama yakni memberikan pelatihan semacam tata cara melakukan pengereman yang benar sesuai dengan standar operasional prosedur.

"Karena disinyalir dari hasil investigasi dari KNKT hampir semua kejadian kecelakaan seperti itu bukan karena mekanik dari sistem remnya yang rusak tetapi cara mereka melakukan pengereman," kata dia seperti ditulis Selasa (21/1).

Kedua yakni mendorong agar setiap perusahaan operator bus memiliki instruktur. Sebab, dengan adanya instruktur di setiap perusahaan maka setiap pengemudi yang masuk bisa mendapatkan pelatihan hingga sertifikasi dapat dipercepat.

"Jadi langsung di tes di situ mendapatkan sertifikasi, sesuai dengan standar-standar yang ditentukan," imbuh dia.

Selanjutnya adalah bagaimana menciptakan pengemudi baru seperti sekolah mengemudi. Menurutnya langkah ini paling berat. Mengingat para pengemudi baru ini akan membutuhkan cukup waktu dan lama untuk pelatihanya.

"Apakah itu seperti 6 bulan atau 3 bulan dalam melakukan pelatihan yang benar-benar pengemudi baru. Ini yang sangat dibutuhkan juga," kata dia.

Langkah terakhir adalah bagaimana agar pengemudi yang sekarang sudah ada dapat memikiki sertifikasi. Nantinya, pihaknya akan memberikan pelatihan kembali sekitar tiga sampai empat hari untuk mendapatkan sertifikasi mengemudi.

"Dia juga harus mendapatkan sertifikasi utuh baik pengereman bagaimana dia service kepada pelanggan dan lain sebagiannya. kira kira itu butuh 3 sampai 4 hari pelatihan tapi yang kita kejar adalah bagaimana cara dia mengerti tata cara pengereman yang benar," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Ahok Latih Pengemudi Kopaja dan Metromini Biar Tahu Aturan

pengemudi kopaja dan metromini biar tahu aturan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengadakan pelatihan mengemudi untuk para sopir kopaja dan metromini. Hal tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dan taat pada lalu lintas.

"Memang kan bus-bus kopaja dan metromini sudah tua-tua, jadi nanti mau diganti dengan bus-bus sedang milik Transjakarta. Secara perilaku mengemudi juga harus berbeda. Sistemnya juga nanti bukan lagi sistem setoran, tapi nanti digaji," ujar Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Akbar kepada wartawan, Selasa (25/2).

Selain itu, lanjut Akbar, Pemprov DKI juga merekrut sopir-sopir untuk dijadikan sopir Transjakarta. Saat ini Pemprov membuka lowongan 1.500 orang untuk sopir tersebut. Pemprov DKI juga menggandeng beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM).

"Sebagai produsen, mereka pasti punya training center untuk produk-produk mereka," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, rencana pelatihan untuk sopir-sopir Kopaja dan Metromini akan dilakukan jika bus-bus yang dibeli oleh Pemerintah DKI sudah datang.

"Nanti kita akan minta dari Hino atau dari Skania untuk latih," kata Ahok.

(mdk/bim)

Baca juga:
Jokowi Ingin Transportasi di Ibu Kota Baru Tanpa Pengemudi
Pemprov DKI Akan Desain Ulang Halte Bus Tertinggi di Indonesia
YLKI Terima 1.871 Aduan Sepanjang 2019, Terbanyak Soal Perbankan
Polisi Kejar Pelaku Pelemparan Bus Sugeng Rahayu
Jenis Transportasi Terintegritas Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di Jakarta
MRT Jakarta Dinilai Jadi Proyek Terbaik Kerjasama Jepang-RI
Pin Prioritas untuk Penumpang Khusus MRT Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami