Tekan Praktik TPPU, Bos BI Dorong RI Menjadi Anggota FATF

Tekan Praktik TPPU, Bos BI Dorong RI Menjadi Anggota FATF
UANG | 14 Januari 2021 14:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, berkomitmen untuk menguatkan kebijakan dan pengawasan pada aktivitas penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing. Menurut dia, penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing merupakan dua kegiatan yang rawan kasus pencucian uang.

"Kita menguatkan kebijakan dan pengawasan pada aktivitas penukaran valuta asing dan pembawaan uang kertas asing," kata Perry dalam sesi teleconference bersama Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Kamis (14/1).

Perry mengungkapkan, agar langkah pengawasan tersebut bisa lebih maksimal, dia mendukung Indonesia bergabung jadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF). Saat ini, Indonesia satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota penuh FATF.

"Komite TPPU sedang persiapkan mutual evaluation FATF dalam rangka meningkatkan persepsi internasional terhadap integritas sistem keuangan Indonesia, serta meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam G20," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Strategi Bank Indonesia...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami