Teknologi Digital Buat UMKM Ibu Rumah Tangga Bisa Bersaing di Dunia Usaha

Teknologi Digital Buat UMKM Ibu Rumah Tangga Bisa Bersaing di Dunia Usaha
UANG | 7 Juli 2020 14:25 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu bisnis yang tetap bertahan di tengah pandemi. Apalagi, pemanfaatan platform digital membuat bisnis UMKM tetap berjalan di tengah pembatasan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini para istri justru tampil sebagai penyelamat ekonomi keluarga dengan berbagai jenis usaha yang mereka lakukan di rumah. Teten mencontohkan, ada seorang dokter gigi yang tidak bisa praktik hingga kehilangan pendapatan tertolong oleh usaha bisnis donat yang sudah dimulai istrinya sebelum Covid-19 mewabah.

"Ketika Covid-19 bisnis istrinya yang berkembang, dan mereka jual lewat media sosial, itulah salah satu contoh bagaimana justru para perempuan sekarang yang mengambil alih," ujar Teten dalam Taslkshow, HUT ke-74 BNI dengan tema 'Satukan Energi untuk Indonesia di Era Newormal' akhir pekan lalu.

Saat ini, secara umum tren ekonomi justru bergerak ke arah ekonomi domestik, di mana peran ibu rumah tangga para mompreneur makin dominan. Dengan perkembangan teknologi digital saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi para mompreneur untuk bisa bersaing di dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop & UKM juga mengucapkan terima kasih untuk bank BNI yang selama ini telah banyak membantu memberdayakan UMKM. Menurutnya, 99 persen ini pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan sebagian besar merupakan perempuan atau kaum ibu.

"Nah, komitmen BNI untuk terus membantu dalam pengembangan usaha UMKM ini saya kira sudah tepat dan mereka perlu dipermudah untuk mengakses pembiayaan BNI. Selanjutnya, BNI juga perlu mengembangkan program-program inkubasi untuk mengembangkan benih-benih entrepreneur yang tumbuh di masyarakat," katanya.

1 dari 1 halaman

Pertumbuhan Debitur BNI

bni rev1

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sementara, Tambok P. Setyawati, mengatakan, tahun ini pertumbuhan jumlah debitur UMKM BNI mencapai 32 persen. Tahun 2015 jumlah debitur UMKM hanya 97 ribu dan mencapai 280.000 debitur pada Juni 2020.

"Yang menarik bahwa komposisi antara debitur entrepreneur UMKM perempuan dan laki-laki di BNI yang terus berkembang, dari sebelumnya hanya 20 persen, kini sudah mencapai 50 persen," ungkap Tambok.

Menurutnya, peran perempuan di dunia usaha khususnya UMKM terus meningkat. Meski ditengah pandemi Covid -19, para ibu terus melakukan aktivitas usahanya dari rumah sambil menjaga anak dan menjaga kesehatan untuk membantu serta menopang kebutuhan keluarga.

Tambok menuturkan, BNI berkomitmen membangun UMKM yang kokoh bersama pemerintah dengan tidak hanya melakukan pembiayaan terhadap UMKM tapi juga melakukan pendampingan. "Pembiayaannya ini benar-benar bertahap sesuai dengan perkembangan nasabah. Jadi kalau nasabah pemula yang masih usahanya belum feasible, kami bisa lakukan pembiayaan yang benar-benar ringan melalui Program CSR," cetusnya.

Saat ini ada sekitar 62 juta unit UMKM yang mempekerjakan sekitar 116.000.000 orang. Artinya, lebih dari 80 persen peran tenaga kerja Indonesia ada di sektor UMKM. Selama Covid-19 antara Maret – Mei, BNI fokus membantu debitur dengan memberikan keringanan pembayaran bunga agar mereka mampu bertahan. (mdk/idr)

Baca juga:
Sri Mulyani hingga Erick Thohir Jadi Saksi Peluncuran Penjaminan Kredit UMKM
Kemendag Punya Aplikasi Pertemukan Eksportir & UMKM dengan Pembeli Luar Negeri
Kemenkop UKM: Pemanfaatan Big Data Bisa Tingkatkan Transaksi UMKM di Platform Digital
Jalankan Perintah Jokowi, Para Menteri Ramai-Ramai Luncurkan Penjaminan Kredit UMKM
800.000 UMKM Mulai Rambah Digital Lewat Program Bangga Buatan Indonesia

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami