Telkomsel gandeng DIVA luncurkan T-Kiosk

UANG | 8 Oktober 2018 12:43 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bekerja sama dalam mengembangkan kasir digital, yang disebut T-Kiosk.

Direktur Sales Telkomsel, Sukardi Silalahi mengungkapkan T-Kiosk merupakan layanan aplikasi Electronic Data Capture (EDC) berbasis android yang multi-fungsi, guna memberikan solusi kepada pelanggan di segmen Small Medium Enterprise (SME).

Dia menjelaskan, kerja sama dengan DIVA ini sejalan dengan misi perusahan untuk memperkuat penetrasi Device, Network dan Application (DNA). Dalam mendorong penetrasi DNA tersebut memerlukan langkah nyata dan strategi bersama yang melibatkan berbagai pihak termasuk pelanggan segmen SMA.

Berbeda dengan mesin EDC pada umumnya yang hanya berfungsi sebagai terminal pembayaran, melalui T-Kiosk ini akan memiliki banyak fungsi antara lain untuk melakukan distribusi produk digital, update produk, laporan penjualan, laporan keuangan, dan lainnya. Dalam pengoperasiannya, pengguna dapat mendaftar melalui Telkomsel melalui Account Manager atau agen-agen yang telah ditunjuk sebagai penyedia layanan.

"Karena ini dibuat dari dalam negeri harganya sangat murah Rp 100 ribu per bulan sudah termasuk EDC dan print struk sebagai bukti terjadi pembelian. Contoh satu toko kecil bisa di layani managemen sangat berkualitas meskipun toko kecil. Tujuan kita bagaimana perusahaan kecil bisa semakin terbangun dan pengelollan secara profesional," ungkap Sukardi melalui vedio conference di Gedung Graha Merah Putih, Jakarta, Senin (8/10).

Pengguna aplikasi T-Kiosk juga akan mendapatkan benefit antara lain paket internet 2GB untuk koneksi Diva Smart Outlet (DSO) ke server aplikasi dan penggunaan DSO.

Untuk proses pembayaran sendiri selain dapat menggunakan digital payment dari Telkomsel yaitu TCASH, T-Kiosk ini juga dilengkapi dengan fasilitas pembayaran non tunai baik untuk debit card maupun credit card, contactless card untuk kartu e-money, QR Payment, serta dapat mengeluarkan struk sebagai bukti pembayaran atas ransaksi. "Kelebihan lain yang ditawarkan adalah kemudahan dalam pengoperasiannya," pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama DIVA yang juga sekaligus Direktur Utama MCAS, Martin Suharlie mengatakan, zebagai digital business converter and accelerator, DIVA menargetkan untuk memodernisasi dan melengkapi SME di Indonesia dengan teknologi dan berbagai produk inovatif baik digital maupun non-digital yang dapat meningkatkan daya saing UMKM.

Dengan begitu diyakini akan dapat mendorong pertumbuhan usaha mereka dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mendigitalkan 8 Juta SME di tahun 2020.

"Oleh karena itu, kami sangat gembira atas kolaborasi bisnis dengan Telkomsel melalui aplikasi T-Kiosk, khususnya untuk segmen SME, yang sejalan dengan visi kami untuk menjadi perusahaan hi-tech penyedia platform digital dan solusi Artificial Intelligence (Al) untuk memberdayakan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," kata Martin.

Untuk tahap awal, DIVA telah mengucurkan investasi sebesar Rp 5 juta untuk per mesin EDC-nya. Pihaknya juga menaregetkan sekitar ribuan mesin akan terpasang dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Di dalam tahap awal daripada mesin itu sendiri kami menargetkan 3 bulan ke depan 30 ribu dari pengguna dan kita akan kejar terus, tapi kelihatannya bisa lebih dari itu sampai akhir 2019. Kita sudah mulai pasang dan sudah sebar. Nanti mungkin ada updatenya dari Telkomsel progres setiap sebulan," pungkasnya.

Baca juga:
Pedagang Pasar Klewer siapkan konsep pasar digital
5 Aplikasi pembantu sukseskan bisnis UKM
Ini keuntungan di balik meningkatnya jumlah pekerja robot
Asyik, aplikasi Otomoto bisa bikin sepeda motor kamu makin berharga
Pemerintah diminta manfaatkan ekonomi digital genjot pertumbuhan
Sri Mulyani sindir milenial lebih suka pakai teknologi untuk gosip

(mdk/azz)