Tenaga Medis Wisma Atlet Keluhkan Insentif Tak Kunjung Cair

Tenaga Medis Wisma Atlet Keluhkan Insentif Tak Kunjung Cair
UANG | 25 Mei 2020 10:59 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran belum mendapatkan insentif keuangan dijanjikan oleh pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 5-15 juta untuk dokter dan para tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Salah satu tenaga medis di Wisma Atlet Kemayoran mengatakan, pencairan insentif terkendala akibat masa libur Lebaran. Akibatnya masih ada sejumlah tenaga medis yang hingga hari ini belum juga menerima insentif tersebut.

"Terakhir karena Bank Indonesia sudah tutup karena Lebaran. Dijanjikan tanggal 15 sih," kata dia kepada merdeka.com yang tak ingin disebutkan namanya kepada Merdeka.com, Senin (25/5).

Kendati begitu, sejak pembukaan Rumah Sakit (RS) darurat sudah ada yang mendapatkan insentif tersebut. Namun, tidak semuanya mendapatkan. Mengingat pemberiannya dilakukan secara berangsur atau bertahap.

"Karena semenjak banyak gelombang dan relawan yang masuk jadi agak kurang terstruktur pembagiannya. Awalnya secara berkala tetapi mungkin karena banyak tenaga medis jadi belum ditentukan lagi," ucapnya.

Berdasarkan info di lapangan, kata dia, ada sekitar 900 tenaga medis dan relawan medis yang hingga hari ini belum mendapatkan haknya. Dirinya pun berharap pemerintah segera mungkin memproses pencairan insentif bagi para tenga medis.

"Agak kecewa sih sebenernya. Tapi kami maklum kok karena kan ini RS darurat jadi enggak terancang dan enggak terstruktur (pencairannya). Tapi lagi coba diusahakan tanggal 26 ini diberikan," katanya.

Menyikapi itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pencairan insentif sudah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun pencairannya memang diberikan secara berkala sesuai dengan kesiapan masing-masing rumah sakit.

"Sudah mulai dilaksanakan oleh Kemenkes. Silahkan tanya ke Kemenkes yang laksanakan hal itu," kata dia kepada merdeka.com.

1 dari 1 halaman

Insentif Tenaga Medis

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan adanya insentif keuangan yang dianggarkan untuk para tenaga medis.

"Pada kesempatan baik ini, kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan dan telah dihitung oleh Kementerian Keuangan bahwa akan diberi insentif keuangan kepada tenaga medis," tutur Jokowi di lokasi, Senin (23/3).

Jokowi merinci, untuk para dokter spesialis akan diberikan insentif sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, juga tenaga medis lainnya Rp5 juta.

"Dan santunan kematian Rp300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat," jelas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Derita Perawat Honorer, Gaji Dipotong Hingga THR Tak Dibayar
PPNI Minta Pemerintah Awasi Pengusaha Kesehatan untuk Bayar THR Perawat
Perawat Hamil 4 Bulan Sempat Kritis Covid-19, Meninggal Bersama Calon Buah Hatinya
Jokowi Ucapkan Belasungkawa pada Perawat RS Royal Surabaya Ari Puspita Sari
Sejak Pandemi Hajar DKI, Sudah 182 Perawat Terpapar, 11 Orang Meninggal
Viral #IndonesiaTerserah, Pemerintah Harap Dokter Tak Kecewa

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5