Terbitkan Obligasi, PNM Dapat Dana Segar Rp1,35 Triliun

UANG | 22 November 2019 12:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendapat utang sebesar Rp1,35 triliun, melalui penerbitan obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2019.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, penerbitan obligasi tahap II 2019 dilakukan dalam dua seri, yaitu seri A, dengan obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp586,5 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,40 persen. Jangka waktu obligasi Seri A adalah 3 tahun terhitung sejak tanggal emisi.

Seri B, Jumlah obligasi yang ditawarkan adalah sebesar Rp763,5 juta dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,75 persen. Jangka waktu obligasi seri B adalah 5 tahun terhitung sejak tanggal emisi.

Realisasinya 2 minggu lalu baru terbitkan obligasi tidak besar Rp1 triliun, karena peminatnya banyak kita tambah Rp1,35 triliun," kata Arief, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat (22/11).

Menurutnya, dana yang didapat dari obligasi akan disalurkan untuk pembiayaan usaha masyarakat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada tahun depan.

"Obligasi untuk modal pembiayaan baik Mekaar dan ULaMM. Untuk obligasi yang sudah jatuh tempo sudah kita bayar di awal," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Peringkat idA+

Dia mengungkapkan, PNM telah menorehkan pencapaian peringkat dari idA menjadi idA+ (single A plus; stable outlook) atas perusahaan, obligasi berkelanjutan, sukuk mudharabah dan medium term notes. Pencapaian ini membuat kepercayaan investor meningkat, hal ini terbukti dari peminat obligasi dengan jangka panjang yang lebih banyak.

"Sebagai perseroan karena memperoleh dana dari investor kami di rating dari single A jadi A+. Kami terbitkan dua kupon, yang diminati 5 tahun investor percaya secara jangka panjang terjamin kesehatannya," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
BTPN Terbitkan Obligasi Rp1 T, Tawarkan Bunga Hingga 7,75 Persen
Sejak 1 November, Sukuk ST006 Telah Raup Pembiayaan Rp900 Miliar
Meski Imbal Hasil Terus Turun, Investasi SBN Diyakini Masih Diminati
Masyarakat Tetap Bisa Investasi SBN Meski Tak Punya NPWP
ORI016 Tawarkan Bunga 6,8 Persen, Incar Investor Ritel
Ajak Investor Dalam Negeri Investasi, SBR008 Ditawarkan Mulai Rp1 Juta