Terdampak Kabut Asap, 68 Penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Delay

UANG » BANYUWANGI | 18 September 2019 19:55 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Sebanyak 68 penerbangan untuk rute Semarang menuju Banjarmasin, Pangkalan Bun, maupun Ketapang mengalami delay atau penundaan jam terbang selama seminggu lebih di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Penundaan akibat gangguan kabut asap yang muncul dari kebakaran hutan Kalimantan dan Sumatera.

Airport Operation and Services Senior Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Agus Sina mengaku gangguan aktivitas penerbangan rata-rata karena maskapai terlambat terbang maupun gagal terbang dengan alasan menjaga keamanan para penumpang selama seminggu.

"Sudah tujuh hari semua penerbangan dari Semarang menuju Kalimantan maupun sebaliknya mengalami gangguan kabut asap. Semua maskapai menunda karena alasan cuaca kabut asap mengganggu keamanan penerbangan," kata Agus Sina, Rabu (18/9).

Dia menjelaskan pada 12 September 2019 lalu, ada 6 penerbangan yang harus dibatalkan dan ada 7 penerbangan yang mengalami keterlambatan. Di rute lain, ada juga yang delay karena diharuskan menunggu rotasi dari penerbangan yang terdampak.

"Kalau dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, yang terdampak adalah rute ke Pontianak, Pangkalan Bun, Ketapang dan Banjarmasin dan rute sebaliknya. Rute ke Karimun Jawa juga harus mengalami keterlambatan karena harus menunggu rotasi yang terdampak tersebut," ungkapnya.

Berdasarkan catatannya, terdapat 4 penerbangan harus cancel dan 2 terlambat dengan rute Semarang-Ketapang PP, serta pada 18 September 2019 hingga pukul 09.00 terdapat 4 keterlambatan dan 2 penerbangan yang harus cancel.

Terkait penanganan penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan penerbangan tersebut ditangani oleh maskapai masing-masing. Ada yang bisa memilih refund atau rescheduling. "Kalau rescheduling akan diinformasikan lebih lanjut oleh bandara daerah tujuan dan telah dinyatakan aman dari kabut asap," jelasnya.

Dilanjutkan, mengingat kabut asap merupakan bencana alam, maskapai-maskapai tersebut tidak memiliki tanggung jawab kepada penumpang untuk memberi kompensasi penginapan hotel. Sementara, dari pihak Bandara Ahmad Yani kata dia memberikan izin kepada penumpang yang memilih untuk menunggu pesawatnya dalam waktu lama, bahkan memperbolehkan untuk menginap di bandara.

"Kami perbolehkan mereka untuk menunggu atau menginap di bandara. Karena cuaca bandara dingin, kemarin kami meminjamkan selimut pada beberapa penumpang yang memilih menginap di sini," tutupnya.

Baca juga:
30 Persen Penerbangan Dibatalkan Imbas Kebakaran Hutan dan Lahan
Genjot Devisa Pariwisata, AirAsia Lebarkan Sayap ke Timur Indonesia
Menhub Budi Sebut Belum Ada Pembatasan Penerbangan Asing Ke Papua
Garuda Indonesia Buka Rute Baru dari Bandung ke Lampung dan Surabaya
AP II Keluarkan Imbauan Bagi Penumpang yang Hendak Terbang ke Hongkong
Citilink Buka Rute Denpasar-Banyuwangi Mulai 9 Agustus

(mdk/azz)