Terkendala Banjir, Bulog Distribusikan Beras Pakai Truk TNI

Terkendala Banjir, Bulog Distribusikan Beras Pakai Truk TNI
UANG | 27 Februari 2020 12:22 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan, banjir yang terus melanda sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan sempat membuat distribusi beras Bulog terhambat. Namun, kondisi tersebut diantisipasi melalui kerja sama dengan truk milik TNI.

"Keterlambatan itu bilamana truknya tidak bisa menembus banjir. Tapi kan ada jalan lain. Kita kerjasama termasuk dengan TNI, dengan perahu karetnya TNI sekaligus evakuasi korban banjir," ujar Budi di Gudang Bulog Pulogadung, Jakarta, Kamis (27/2).

Untuk wilayah Pulogadung, dia memastikan stok beras aman dari banjir. Gudang-gudang tersebut sengaja dibangun lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan tanah.

"Jadi beras yang ada di gudang Kelapa Gading memang belum terganggu distribusinya. Tapi kan kita juga ada beberapa gudang yang sudah bisa men-supply," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia menegaskan hingga kini pihaknya memiliki stok beras sebanyak 1,7 juta ton yang siap didistribusikan ke seluruh Indonesia. Untuk itu, dia meminta masyarakat tak khawatir terkait ketersediaan.

"Jadi, dengan stok Bulog yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri tahun ini," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Antisipasi Gagal Panen

panen rev2

Selain itu, Bulog juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian jika terjadi gagal panen akibat banjir. Namun, dia tak menampik dengan keadaan cuaca akhir-akhir ini yang curah hujannya tinggi, bisa memungkinkan gagal panen di beberapa wilayah.

"Pastilah kerja sama dengan menteri pertanian, walaupun jumlah sekarang padi ini kan sekarang sedang marak. Dengan cuaca yang seperti ini ini juga ada kemungkinan ada gagal panen di beberapa wilayah. Nah, ini juga sudah kita antisipasi ya tapi pada prinsipnya jumlah berapapun yang diproduksi oleh petani, yang tidak terserap oleh pasar umum Bulog akan mengambil, kan itu untuk stok negara ya. Jadi tidak ada masalah," ujarnya.

Meski demikian, banjir tidak mengganggu Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), hanya saja ada sedikit keterlambatan pendistribusian. "Sebenarnya tidak, hanya mungkin ada keterlembatan pendistribusian sedikit. Tapi tidak semuanya, artinya beras yang ada stand by di gudang ini, kan yang terpusat di Kelapa Gading. Tapi kan juga ada beberapa gudang kita yang sudah bisa men-supply, selama kemarin tidak ada yang terganggu," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Berkas Tak Lengkap, Bulog Tunda Ekspor Beras Kemasan ke Arab Saudi
Bulog Masih Simpan Beras Impor Tahun 2017 Sebanyak 900.000 Ton
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran 2020
Bulog Usul Impor 200 Ribu Ton Gula Sebelum Lebaran 2020
Meski Harganya Tinggi, Stok Beras di Pasar Dipastikan Masih Aman
Kedai Jenderal Kopi Nusantara, Langkah Budi Waseso Hilangkan Ganja di Aceh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami