Terlibat kasus korupsi, direksi PT PAL dirombak Rini Soemarno

Terlibat kasus korupsi, direksi PT PAL dirombak Rini Soemarno
Kapal Perusak Kawal Rudal. Istimewa
EKONOMI | 5 April 2017 11:39 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Salah satu perusahaan BUMN, PT PAL Indonesia terlibat kasus korupsi terkait pesanan kapal dari Filipina. Beberapa direksi perusahaan bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tak lama setelah kasus ini, Menteri BUMN Rini Soemarno langsung memberhentikan Direktur Utama PT PAL Indonesia yaitu Firmansyah Arifin dan Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar. Pemberhentian keduanya berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia nomor: SK-63/MBU/04/2017 , tentang Pemberhentian Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

"Bahwa memang sebenarnya proses pergantian ini sudah cukup lama, namun Sebagaimana kita ketahui untuk PT PAL Indonesia harus melewati Tim Penilai Akhir (TPA) terlebih dahulu," ucap Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno seperti ditulis dalam situs kementerian di Jakarta.

Melalui kesempatan ini, dia berharap kepada Dewan Komisaris untuk dapat meningkatkan pengawasan secara korporasi dan kemudian ke depan Direksi PT PAL Indonesia beserta jajaran agar terus semangat, semakin solid dan kompak dalam menjalankan perusahaan dengan baik.

Di kesempatan sama, Menteri Rini juga langsung mengangkat direksi baru PT PAL Indonesia yaitu Budiman Saleh sebagai Direktur Utama dan Etty Soewardani sebagai Direktur SDM dan Umum.

Perombakan direksi ini berdasarkan Salinan Keputusan Menteri badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia nomor: SK-64/MBU/04/2017, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Direktur Keuangan PT PAL Indonesia Saiful Anwar (SAR). Saiful merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi penjualan kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Kementerian Pertahanan Filipina.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, SAR ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (1/4) sekira pukul 17.00 WIB. Ia dibekuk saat mendarat dari Korea Selatan.

"Penyidik melakukan penangkapan terhadap Saiful di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/4) sore," kata Febri dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/4).

Febri mengatakan, penyidik langsung menggelandang Saiful ke gedung KPK setelah ditangkap. Bahkan, pada saat itu juga penyidik memeriksa SaIful secara intensif dan memutuskan menahannya di rumah tahanan Polres Jakarta Pusat.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan. Ia ditahan di Rutan Polres Jakpus," ujar dia. (mdk/idr)


AP II beri insentif kurangi parkir pesawat di Bandara Soetta
Cara bos AP II kejar target 100 juta penumpang di 2017
Siapkan Rp 2 triliun, AP II bangun runway kedua di bandara Pontianak
Panen tidak merata, penyerapan beras Bulog Jatim meleset dari target
Rayakan HUT, Pegadaian sebar gerobak dan modal usaha ke 116 UKM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami