Terpengaruh Kondisi Global, Pertumbuhan Ekonomi Semester II-2019 Hanya 5,2 Persen

UANG | 22 Juli 2019 15:34 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Anggaran DPR RI dan Pemerintah sepakat prognosis semester II-2019 dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya akan berada di angka 5,2 persen. Pertumbuhan ekonomi ini pun di bawah target awal sebesar 5,3 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan penyesuaian angka pertumbuhan ekonomi tersebut dilihat dari sisi permintaan dan produksi. Di mana dari sisi permintaan investasi dan konsumsi masih belum menunjukkan hal positif.

"Sementara itu untuk ekspor selain dorong competitiveness, suasana lingkungan global pasti akan terpengaruh," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/7).

Sri Mulyani melanjutkan, jika dilihat dari sisi permintaan tantangan masih cukup besar dari sisi eksternal. Sedangkan dari sisi produksi, kebijakan fiskal sektor produksi juga sudah mencapai output gap mendekati 0.

"Dan kita harus meningkatkan kapasitasnya semua berujung ada persoalan bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap ke depan pemerintah secara bersama-sama dapat memperbaiki iklim investasi agar lebih baik. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun akan terdongkrak.

"Kita bekerja memperbaiki iklim investasi jadi baik dan sisi kualitas pertumbuhan ekonomi secara makro growth ciptakan employment. Sehingga tingkat pengangguran akan turun dan kemiskinan menurun. Ini equality," tandasnya.

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Akui Pertumbuhan Investasi Semester I Turun, Hanya 5 Persen
DPR Harap Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen di Semester II-2019
Indonesia Kalahkan Thailand & Singapura dalam Pemanfaatan Industri MICE
Bank Indonesia Optimis Kredit Perbankan Tumbuh 12 Persen Tahun Ini
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2019 Stagnan
BI Catat Pertumbuhan Kredit Triwulan II Naik, Didorong Sektor Konsumsi dan Investasi
Sri Mulyani : Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2019 Sebesar 5,1 Persen

(mdk/idr)