The Fed Beri Sinyal Tahan Suku Bunga Hingga 2020

UANG | 12 Desember 2019 10:48 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah setelah tiga kali memangkas suku bunganya sejak Juli 2019. Keputusan ini merespon para pejabat yang menilai dampak dari penurunan suku bunga pada ekonomi AS.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang merupakan komite pembuat kebijakan The Fed memutuskan, untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sesuai dengan perkiraan pasar.

Perkiraan median untuk suku bunga dana federal adalah 1,6 persen pada akhir 2020, menunjukkan tidak ada penurunan suku bunga atau kenaikan pada 2020, menurut perkiraan suku bunga pejabat Fed yang dirilis pada Rabu (11/12).

"Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada Oktober menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan bahwa kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat. Pengeluaran rumah tangga telah meningkat dengan kecepatan yang kuat sementara bisnis investasi tetap dan ekspor masih lemah," kata The Fed dalam sebuah pernyataan, dikutip Antara, Kamis (12/12).

"Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, sehingga pihaknya menilai jalur kisaran target untuk suku bunga dana federal telah sesuai."

1 dari 1 halaman

Ekonomi AS

Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1 persen pada kuartal ketiga tahun ini, sedikit naik dari tingkat pertumbuhan 2,0 persen pada kuartal kedua tetapi melambat tajam dari 3,1 persen pada kuartal pertama, menurut Departemen Perdagangan AS.

The Fed telah menurunkan suku bunga tiga kali sejak Juli, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, kelemahan dalam pertumbuhan global dan tekanan inflasi yang diredam.

"Prospek ekonomi kami tetap baik meskipun ada perkembangan global dan risiko yang berkelanjutan. Dengan keputusan kami sepanjang tahun lalu, kami percaya bahwa kebijakan moneter diposisikan dengan baik untuk melayani rakyat Amerika. Sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan akan tetap sesuai selama ekonomi AS tetap di jalurnya," kata Ketua Fed Jerome Powell. (mdk/azz)

Baca juga:
Rupiah Diprediksi Tertekan di 2021
The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga, Ini Kata Sri Mulyani
Ekonomi AS Melambat, The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin
Jelang Pertemuan The Fed, IHSG Diprediksi Masuk Zona Merah
Lagi, The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan
Perry Warjiyo Ungkap Bos The Fed Iri dengan Bank Indonesia, Kenapa?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.