The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga, Ini Kata Sri Mulyani

UANG | 31 Oktober 2019 12:46 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve AS (The Fed) menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Penurunan suku bunga ini merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penurunan yang dilakukan oleh The Fed merupakan imbas dari kenaikan terhadap suku bunga acuan bank sentral AS beberapa waktu lalu. Sehingga situasi kenaikan suku bunga kala itu membuat banyak negara emerging harus hadapi konsekuensinya.

"Jadi penurunan ini memberikan space kepada kita semuanya termasuk indonesia untuk bisa gunakan momentum ini dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi," kata Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta, Kamis (30/10).

Bendahara Negara ini menilai, dari sisi investasi penurunan ini juga menjadi hal yang positif. Karena dengan penurunan suku bunga berarti cost of moneynya jadi lebih rendah.

"Kita berharap momen ini akan muncul pada tahun 2019 akhir ini dan akan terus dijaga di tahun 2020. Kalau kita lihat dari sisi kemungkinan policy dari pemerintah RRT dengan AS bisa sepakat tentu kita berharap momentum positif ini menguat," jelas dia.

Sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga dana federal menjadi ke kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, pihaknya menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. Meskipun pengeluaran rumah tangga kuat, investasi bisnis dan ekspor "tetap lemah" dan output atau keluaran manufaktur telah menurun selama setahun terakhir.

"Kami mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi AS tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global dan untuk menyediakan beberapa jaminan terhadap risiko yang sedang berlangsung. Pertumbuhan yang lambat di luar negeri dan perkembangan perdagangan telah membebani sektor-sektor itu," kata Powell dikutip Antara, Kamis (31/10). (mdk/azz)

Baca juga:
Bos BI Buka Kemungkinan Turunkan Suku Bunga Lagi
Ekonomi AS Melambat, The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin
Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Oktober 2019 Menjadi 5 Persen
DBS Prediksi Bank Indonesia Bakal Turunkan Suku Bunga Acuan Bulan Ini
Kadin Beberkan 2 Faktor Penyebab Industri Pelayaran Tumbuh Melambat
LPS: Suku Bunga Deposito Perbankan Akan Terus Turun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.