Tiap pembangunan infrastruktur bernilai Rp 1 triliun serap 14.000 tenaga kerja

UANG | 18 Juli 2018 21:40 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin, mengatakan setiap pembangunan infrastruktur yang bernilai sekitar Rp 1 triliun dapat menyerap 14.000 tenaga kerja. Menurutnya, ini menjadi peluang pekerja konstruksi Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri.

"(Oleh karen itu) tenaga kerja di bidang konstruksi diharapkan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Syarif Burhanuddin seperti dikutip dari Antara dalam diskusi di Jakarta, Rabu (18/7).

Namun, dia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah isu tenaga kerja di bidang konstruksi dan sektor infrastruktur di berbagai daerah di Tanah Air. Menurut dia, beberapa permasalahan tersebut antara lain adalah kurangnya jumlah tenaga kerja ahli dan terampil dibandingkan dengan kebutuhan untuk pekerjaan konstruksi.

"Dari tenaga kerja konstruksi sekitar 8,1 juta orang, yang memiliki sertifikasi tidak lebih dari tujuh persen," paparnya.

Untuk itu, ujar dia, penting bagi berbagai pihak terkait untuk dapat bersama-sama meningkatkan kompetensi tenaga kerja tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi, Erwin Aksa, mengatakan Kadin juga siap bekerja sama dengan Kementerian PUPR dalam rangka mencari solusi untuk mempercepat pensertifikatan guna membenahi kualitas SDM konstruksi. "Kebanyakan pekerja seperti di level mandor tidak punya sertifikasi dan ijazah. Kita harus pikirkan bagaimana mereka bisa memiliki sertifikat," ucapnya. (mdk/bim)


BUMN kertas ini butuh Rp 1 triliun untuk bangun dari kubur
Pemerintah dorong pemuda aktif ambil bagian dalam pembangunan
Pemerintah dorong anak muda melek teknologi digital genjot daya saing
JK yakin kehadiran robot di industri tak buat peran manusia hilang, ini alasannya
Jelang Lebaran, permintaan pembantu infal meningkat
Bahas tenaga kerja asing, Cak Imin gelar pertemuan dengan Dubes China
Tim investigasi Fraksi PKS sebut bebas visa penyebab maraknya TKA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.