Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai Turun 5 Persen di Lebaran

UANG | 13 Juni 2019 13:18 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - General Manager PT Angkasa Pura I (Persero), Haruman Sulaksono mengatakan, jasa penggunaan pesawat udara di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada libur Idulfitri 2019 mengalami penurunan sekitar 5 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya jalan tol di daerah Jawa yang sudah beroperasi dan kedua adanya harga tiket maskapai yang mahal.

"Kalau secara nasional barangkali pertama pemicunya ada harga tiket yang kebetulan pada posisi cenderung ke batas atas dan sudah lama kita berada di batas bawah. Sehingga perubahan ini terasa dan pengaruhnya juga cukup besar," ujarnya di Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (13/6).

Faktor lain seperti adanya jalan tol di daerah Jawa yang sudah beroperasi turut membuat penumpang beralih menggunakan jalan darat. Pengguna jasa menghitung biaya yang dikeluarkan menggunakan pesawat dan jalan darat cukup berbeda sehingga lebih memilih jalan darat.

"Kalau kita melihat secara global, kalau di daerah Jawa ini yang pertama jalan tol yang sudah beroperasi ada keinginan pengguna jasa untuk mencoba. Kedua, mungkin (penumpang) melakukan perbandingan atau perhitungan antara transportasi udara dengan jalan darat dan memang tidak mendesak untuk sampai ke tujuan sehingga melalui jalan tol masih bisa ditempuh," jelasnya.

Haruman mengatakan, angka penumpang tersebut turun jika dibandingkan dengan kondisi keberangkatan dan kedatangan penumpang pada tahun lalu. "Mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya sekitar 5 persen, pergerakan pesawat mencapai 436. Kemudian, dari sisi penumpang kurang lebih 1 persen," katanya.

Dia menambahkan, angka-angka penurunan tersebut, masih stabil tidak ada perubahan yang signifikan mengenai penurunan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali jika dibandingkan dengan hari biasa atau kondisi normal. "Angka-angka tersebut masih diatas angka rata-rata kalau melihat pergerakan pesawat udara. Ada 400 (Pergerakan pesawat) per hari. Kemudian penumpang rata-rata berkisar di angka 60.000," jelasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Maskapai Filipina Jual Tiket Pesawat Mulai Harga Rp3.800 untuk Peringati Kemerdekaan
Tiket Pesawat Mahal, Sri Mulyani Minta Perjalanan Dinas Pejabat Dihemat
Apa Untung dan Ruginya Jika Maskapai Asing Buka Rute Domestik di Indonesia?
Mau 'Impor' Maskapai Asing, Pengamat Ingatkan Jokowi Soal Kedaulatan Negara
Luhut Akui Maskapai Penerbangan RI Alami Kerugian
JK Sebut Maskapai Asing Bukan Solusi Turunkan Harga Tiket Pesawat
Maskapai Asing Masuk ke RI Dinilai Tak Ampuh Tekan Harga Tiket Pesawat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.