Tilang Elektronik Bakal Diterapkan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

UANG | 16 Desember 2019 15:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan akan memberlakukan tilang eletronik pada ruas Tol Layang Jakarta-Cikampek. Hal ini untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas di ruas tol tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, mengatakan penggunaan tilang elektronik karena tidak bisa dengan menempatkan petugas kepolisian di ruas tersebut. Sebab, akan menimbulkan penyempitan jalan.

"Kalau petugas polisi di situ kan susah, jalanya dua lajur sempit," kata Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (16/12).

‎Menurut Budi, berdasarkan diskusi dengan para pakar, pengawasan kendaraan yang melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek memungkinkan dengan menggunakan kamera pengawas atau CCTV, kemudian diberlakukan tilang elektronik.

"Tilang dari prof Danang di situ pengawasannya menggunakan CCTV, menggunakan teknologi yang ada, elektronik," tuturnya.

Budi mengungkapkan, dirinya telah menerbitkan peraturan operasional Tol Layang Jakarta-Cikampek, berupa larangan kendaraan bermotor jenis angkutan barang dan bus melintasi Tol Layang Jakarta-Cikampek .

"‎Terkait masalah operasional di tol layang Jakarta-Cikampek telah diterbitkan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Lewat Tol Layang Cikampek, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Hanya 3 Jam

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke KM 13 Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Tol Layang Jakarta-Cikampek II). Proses pembangunan tol layang ini sudah mencapai 96,5 persen dan targetnya beroperasi pada November mendatang.

Pada kesempatan itu, dia sempat menganalisis berapa lama waktu tempuh yang dihemat dengan proyek ini. Menhub mengupayakan agar waktu tempuh bisa terkoreksi antara 30-60 menit.

"Bahwa mobil dari Jakarta menuju Bandung yang selama ini mungkin lebih dari empat jam, kita harapkan mereka kurang dari tiga jam. Oleh karenanya bagaimana itu bisa dicapai, kita harus merencanakan dengan baik," kata Budi di Tol Cikampek, Minggu (22/9).

Dia menjelaskan, waktu tempuh bisa hemat karena terbantu dibersihkannya alat infrastruktur yang selama ini membuat macet. Tol ini juga bisa membantu mereka yang ingin pergi ke Bandara Kertajati.

Tol ini direncanakan beroperasi pada akhir November. Dia meminta kesiapan dari segi safety diutamakan oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mengingat waktu pengoperasian hanya sebulan setelah proyek selesai. Pembangunan tangga-tangga dan U-turn pun dilaksanakan untuk menunjang safety.

Meski demikian, masih belum bisa mengungkapkan terkait tarif dari tol layang ini. Sebab, perlu ada simulasi lebih lanjut untuk integrasi tarif di gerbang tol Cikampek serta mengingat interest para stakeholder.

"Masalah terintegrasinya dari Kementerian PU, BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), dan kita lagi bahas itu semua," jelas Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Kemenhub Minta Jasa Marga Lakukan Perbaikan Tol Layang Jakarta-Cikampek
Hari Ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Dibuka Tanpa Tarif
Minat Jajal Tol Layang Jakarta-Cikampek, Cek Dulu 5 Fakta Menariknya
BPJT Sebut Tol Layang Jakarta Cikampek Aman Dilalui Meski Kontur Jalan Bergelombang
Bagaimana Jika Ada Kondisi Darurat di Tol Layang Jakarta-Cikampek?
VIDEO: Jokowi Resmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek, Jamin Bisa Mengurai Kemacetan
Presiden Jokowi Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Tekan Kemacetan 30 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.