Tim Merger Bank Syariah Sambut Positif Dukungan Presiden Jokowi

Tim Merger Bank Syariah Sambut Positif Dukungan Presiden Jokowi
UANG | 2 November 2020 17:14 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Integration Management Office (IMO) proyek merger tiga bank syariah milik Himbara atau tim merger bank syariah menyambut positif perhatian besar Presiden Joko Widodo untuk membangkitkan raksasa keuangan syariah di Indonesia, dalam upaya mendorong akselerasi dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

"Alhamdulillah, dukungan Presiden begitu besar untuk membangkitkan raksasa keuangan syariah di Indonesia. Hal ini membuat kami di IMO bersemangat dan optimis menyelesaikan rencana merger tiga bank Syariah milik Himbara ini sesuai dengan jadwal yang ditentukan Februari 2021," ungkap Ketua IMO, Hery Gurnardi dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/11).

Dukungan penuh dari pemerintah ini menjadi modal utama IMO yang sedang mempersiapkan semua proses integrasi bank-bank syariah milik BUMN, Bank BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah, sesuai dengan rencana merger yang disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 21 Oktober 2020. Total aset ketiga bank syariah ini sebesar Rp214 triliun.

Hery yang juga Direktur Utama Bank Syariah Mandiri dan diamanahkan menjadi Ketua Project Management Office (PMO) mendapat tugas dari Kementerian BUMN untuk menyelesaikan merger tiga bank syariah milik Himbara.

"Saya sejak Maret mendapat tugas dari Kementerian BUMN untuk mengawal proses merger tiga bank syariah milik Himbara yang ditargetkan terwujud Februari 2021. Tugas merger ini cukup kompleks dan berat, sehingga membutuhkan fokus yang maksimal agar seluruh rencana dapat berjalan lancer untuk menjadi bank Syariah terbesar di Indonesia," ujar Hery.

Di tempat terpisah, Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menambahkan bahwa salah satu wujud nyata langkah pemerintah dengan menggabungkan bank-bank syariah milik BUMN ini juga memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

"Rencana merger bank syariah nasional menjadi bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional. Bank syariah hasil merger diharapkan mampu memiliki mesin, skala ekonomi, dan jangkauan pasar yang lebih besar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," ucap Ngatari.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, yang sangat bersyukur atas apresiasi mengenai fokus pemerintah pada 4 hal yaitu pengembangan industri produk halal, industri keuangan syariah, dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

"Pemerintah sudah sangat jeli melihat potensi pengembangan industri produk halal dan dana sosial syariah. Kita harus bekerja sama membantu mewujudkannya dan menjadikan Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dapat menjadi pemain utama ekosistem halal dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Firman.

Saat membuka ISEF, Presiden mengatakan Indonesia telah memiliki Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengupayakan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. Sejumlah strategi yang ditempuh untuk mewujudkan hal itu di antaranya ialah penguatan rantai nilai halal, penguatan keuangan Islam, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penguatan ekonomi digital.

"Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk Islam terbesar di dunia saya harapkan dapat mewujudkan diri sebagai center of excellence hub perekonomian syariah di tingkat global," katanya.

Baca Selanjutnya: Dukungan Langsung Presiden Jokowi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami