Tingkatkan Inklusi Keuangan, Sri Mulyani Minta BRI Kembangkan UMKM

UANG | 29 Januari 2020 19:24 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung strategi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk untuk fokus memperkuat bisnis di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengingat sektor ini karena multiplier effect dan jangkauan luas guna menggencarkan inklusi keuangan.

"Artinya seperti yang Pak Sunarso (Dirut BRI) katakan fokus kita ke UMKM. Itu the right focus, secara tradisional BRI kuat di situ (sektor UMKM) dan penetrasi di level masyarakat bawah menjadi fokus pemerintah untuk intervensi. Di sinilah kita membutuhkan tangan-tangan seperti BRI," ujar Sri Mulyani dalam acara BRI Group Economy Forum di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, (29/1).

Sri Mulyani berharap kepada perusahaan pelat merah yang memiliki daya jangkau luas ke masyarakat, ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia. Ini mengingat masih ada bagian dari masyarakat Indonesia yang belum tersentuh oleh layanan keuangan modern.

"Dibutuhkan mindset dan bisnis model yang berbeda untuk fokus (sektor UMKM). Karena Pak Sunarso pernah di Pegadaian, saya tidak perlu mengajari, (sektor UMKM) sudah ada di DNA-nya, kalau DNA CEO sudah punya, tinggal SDM mengikutinya," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan penyaluran kredit perseroan sepanjang 2019 lalu mayoritas ke sektor UMKM. Dengan demikian ke depan BRI akan tetap fokus ke sektor tersebut.

"Sekarang sudah turun juga porsi korporasinya dan porsi UMKM kita (BRI) sudah 78 persen. Tahun depan kami ingin lebih tinggi dari angka tersebut," kata Sunarso.

1 dari 1 halaman

Laba BRI Sepanjang 2019

Sunarso menjelaskan, BRI BRI mencatatkan laba sebesar Rp34,41 triliun sepanjang 2019, atau tumbuh 6,15 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Dia menjelaskan, di tengah gejolak ekonomi dunia, BRI juga mampu mendapatkan aset terbaik. Di mana aset BRI tercatat Rp1.418,95 triliun, tumbuh 9,41 persen dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp1.296,90 triliun.

"BRI masih menjadi bank aset terbesar di Republik Indonesia, Rp1.418,9 triliun. Dan aset ditempatkan secara produktif," kata dia.

Di samping itu, hingga akhir Desember 2019 tercatat penyaluran kredit BRI mencapai Rp908,88 triliun atau tumbuh 8,44 persen year on year, di atas rata rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 6,08 persen Dari total penyaluran kredit tersebut sebesar Rp 700 triliun disalurkan kepada UMKM.

Selain tumbuh positif dan di atas rata rata industri, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni NPL 2,80 persen dengan NPL Coverage mencapai 153,64 persen. "Di mana pertumbuhan NPL 28 persen dikelola dengan prudent," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank BRI Raup Laba Bersih Rp34,41 Triliun Sepanjang 2019
Dirut BRI Pastikan Tidak Ada Virus Corona di Kantornya
Menkes Terawan Pastikan Tidak Ada Virus Corona di Gedung BRI
Pegawai di Gedung BRI Jakarta Diduga Kena Virus Corona, Ternyata Radang Tenggorokan
Dana Kelolaan DPLK BRI Tumbuh 21 persen
OJK Nyatakan Sunarso Lulus Fit and Proper Test Jadi Dirut BRI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.