Tips Jaga Kesehatan Keuangan di Bulan Ramadan dan Lebaran

UANG | 20 Mei 2019 10:53 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Ramadan menjadi bulan yang istimewa bagi umat islam, termasuk pola pengeluaran saat dan setelah Ramadan juga sangat istimewa. Oleh sebab itu mengelola keuangan di bulan Ramadan sangat berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Perencana Keuangan, Budi Rahardjo mengakui bahwa kegiatan puasa memang membuat pengeluaran sehari-hari menurun. Hal ini karena di saat puasa, uang sarapan, uang makan siang, uang rokok (bagi yang merokok) dan uang jajan lainnya tidak terpakai.

"Bayangkan jika kita sehari-hari mengeluarkan uang Rp 100.000 untuk pos-pos tersebut dan tidak terpakai selama bulan puasa, maka ada sekitar Rp 3 juta uang yang kita hemat dan dapat digunakan untuk hal lainnya," kata Budi.

Meski demikian, meski pengeluaran sehari-hari mengalami penurunan saat bulan Ramadhan, ternyata pada umumnya pengeluaran total mengalami kenaikan. Sebab, Ramadan diikuti kemudian dengan perayaan Hari Lebaran yang merupakan hari besar bagi kalangan umat Islam.

"Perayaan ini biasanya diikuti dengan berbagai tradisi, mulai dari mempersiapkan pakaian baru, makan dan kumpul bersama keluarga, membayar zakat, persiapan mudik dan rekreasi, membayar THR untuk asisten rumah tangga dan berbagai keperluan lain. Sehingga bukan tidak mungkin, akhirnya pada bulan tersebut nilai pengeluaran lebih besar daripada bulan-bulan biasa," ujar Budi.

Oleh karena itu, kelebihan uang atau pengeluaran harian di saat Ramadan akan lebih bijak bila digunakan untuk persiapan hari raya Idul Fitri. Tentunya agar akhirnya pengeluaran ini tidak berlebihan, perlu sekali untuk melakukan kalkulasi secara detail pengeluaran baik saat bulan Ramadan, saat Hari Raya dan setelahnya hingga gaji berikutnya diterima.

"Jadi agar keuangan tetap sehat, pengelolaan keuangan di bulan Ramadan wajib dilakukan. Jangan sampai ibadah di bulan Ramadan kali ini terganggu dengan banyaknya kendala finansial."

Saat masuk bulan Ramadan, ada beberapa hal yang seringkali membuat sebagian orang akhirnya menjadi lebih boros dari sebelumnya. Sering buka puasa di luar rumah, sering belanja makanan dan minuman dalam jumlah banyak, juga berbelanja produk diskon dalam jumlah banyak di bazaar yang berada di mall. Hindari kebiasaan tersebut karena setelah hari raya nanti, kebutuhan anda dan keluarga masih terus berlanjut.

"Hati-hati terhadap belanja impulsif yang mengakibatkan kehilangan kendali atas sisa uang THR dengan cara menyimpannya dalam rekening terpisah dari rekening untuk pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Antisipasi juga pengeluaran besar tahunan lain yang ternyata jatuh di bulan yang sama seperti misalnya membayar pajak kendaraan atau membayar premi asuransi," jelas Budi.

Jika ternyata pengeluaran tersebut telah tercover dan masih ada sisa dari total penghasilan rutin, uang harian yang tidak terpakai dan uang THR yang diterima, maka sisa tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya, seperti mengurangi utang, mempersiapkan dana untuk kurban, dan menambah investasi.

Soal investasi, Budi menyarankan, ada baiknya pilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan profil dan tujuan keuangan yang ingin diraih. Misalnya apabila investasinya adalah untuk persiapan dana pendidikan maka dapat dipilih produk yang memudahkan untuk berinvestasi secara rutin dan disiplin seperti tabungan pendidikan, asuransi pendidikan atau reksadana yang menggunakan mekanisme autodebet.

"Pastikan instrumen investasi yang dipilih sesuai juga dengan karakter dari investor," ungkap Budi.

Saat ini, PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menawarkan produk asuransi yang juga sekaligus bisa untuk investasi.

"Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih. Produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta potensi hasil investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi kebutuhan di tiap tahapan kehidupan yang berbeda," kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch.

Asuransi unit link yang menawarkan premi bulanan mulai dari Rp 400.000 ini, memiliki fitur inovatif seperti PRUbooster investasi, di mana nasabah akan mendapatkan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya. Kemudian PRUbooster proteksi, di mana nasabah dapat memilih agar Uang Pertanggungannya meningkat setiap tahun, tanpa perlu pernyataan kesehatan. Dan alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama.

"Asuransi unit link ini tidak mengenakan biaya administrasi asalkan nasabah menggunakan transaksi elektronik dan autodebit rekening, sesuai syarat dan ketentuan."

Berdasarkan hasil survei, Prudential melihat mayoritas konsumen menekankan kebutuhan mereka untuk mempersiapkan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan anak, serta perlindungan sakit kritis sebagai alasan utama dalam memilih produk unit link.

Baca juga:
5 Tips Sukses Bangun Bisnis dengan Sahabat
Tips Keuangan: Media Sosial dan Fakta Penyebab Anak Muda Makin Boros
Wanita Ini Beri Tips untuk Orang Tua Agar Anak Bisa Sukses
Pimpinan Facebook Beberkan Cara Cepat Naik Jabatan
4 Tips agar Produktif Tanpa Korbankan Waktu Luang
5 Tips Sukses Bekerja Meski Minim Pengalaman

(mdk/idr)