Tips Jago Capai Merdeka Finansial agar Masa Tua Tenang dan Nyaman

Tips Jago Capai Merdeka Finansial agar Masa Tua Tenang dan Nyaman
Ilustrasi masalah keuangan. ©Shutterstock/wavebreakmedia
EKONOMI | 5 Juli 2022 14:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mengelola keuangan menjadi hal sangat penting untuk mempersiapkan masa depan yang tenang dan nyaman. Apalagi kalau menyadari bahwa tidak seumur hidup bisa bekerja karena usia produktif terbatas. Tentu penting untuk mulai memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah masa pensiun nanti.

Jadi mumpung masih muda dan produktif, saatnya mulai mengelola keuangan dengan baik demi terwujudnya merdeka finansial yang penuh berkah.

Namun, kebanyakan orang masih bingung harus mulai dari mana mengelola keuangan yang sehat. Roswitha Jassin, sosok yang dikenal sebagai Sharia Financial Educator memberikan rangkaian tips agar makin jago mewujudkan merdeka finansial yang penuh berkah.

Memahami Konsep Merdeka Finansial

Mungkin sudah sering mendengar istilah merdeka finansial. Jadi, merdeka finansial adalah sebuah kondisi ketika tujuan finansial sudah terpenuhi, hidup dengan layak dan bebas utang. Proses ini sendiri terjadi secara berkembang dan membutuhkan kekuatan secara emosional dan spiritual agar bisa mewujudkan tujuan keuangan tersebut. Merdeka finansial tak hanya soal aset dan harta saja, tapi juga lewat hal yang diinginkan.

Roswitha menjelaskan bahwa untuk mewujudkan merdeka finansial membutuhkan financial planning yang harus dimulai sedini mungkin. Diawali dengan mengenal esensi pemasukan dan pengeluaran yang sangat penting agar bisa membuat rencana keuangan ke depannya. Roswitha menjelaskan tentang piramida perencanaan keuangan yang menjadi dasar dari proses tersebut.

"Yang paling mendasar adalah cashflow atau mengelola arus kas. Kita harus mengetahui pendapatan dan pengeluaran yang menjadi hal paling mendasar. Selanjutnya ada dana darurat, lalu investasi sesuai tujuan keuangan. Ada juga Dana Pensiun yang penting, karena kadang meskipun sudah dipersiapkan, tapi ada keinginan untuk membuka usaha. Kurangnya pengalaman bisa membuat usaha kurang sukses dan uang pun hilang. Akhirnya kita bergantung lagi kepada anak-anak sehingga menciptakan sandwich generation. Terakhir adalah waris atau wasiat yang harus diwariskan untuk anak-anak," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Analisa Keuangan

Sebelum membuat rencana keuangan, penting untuk mulai menganalisa kondisi keuangan sendiri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sehingga bisa menemukan strategi keuangan yang tepat.

"Jadi kalau ingin mengetahui gimana kondisi keuangan saat ini, sesimpel membuat list kebutuhan hidup pokok dan cicilannya. Rumusnya adalah pendapatan dikurangi pengeluaran rutin maka hasilnya seperti apa? Apakah surplus, balance, atau malah deficit?"

Setelah semua poin dihitung, hasilnya adalah financial checkup yang menjadi gambaran dari kondisi keuangan saat ini.

"Kita melakukan financial check up dengan mengecek rasio menabung. Penghasilan kita dibandingkan, lalu perbulan ini bisa saving berapa sih? Kalau bisa menyisihkan 10 persen dari penghasilan artinya masuk kategori pemula. Idealnya ada di antara 25 persen - 30 persen. Namun jika rasionya 0-5 persen maka berada dalam kategori gawat," jelasnya.

3 dari 4 halaman

Mulai Menerapkan Merdeka Finansial

Roswitha memberikan gambaran bahwa rata-rata orang yang bisa mendapatkan kebebasan finansial ternyata tak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan saja.

Selain memiliki banyak penghasilan, penting juga untuk mengetahui tujuan keuangan yang ingin dicapai. Hal ini agar strategi perencanaan yang dilakukan bisa konsisten dan terorganisir.

"Jadi kita harus punya tujuan keuangan. Misalnya perencanaan untuk dana darurat, sekolah anak yang tiap tahun makin tinggi, dana ibadah seperti haji/kurban, membeli rumah pertama, kendaraan, hingga pensiun. Pastikan prinsipnya SMART yaitu Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time," lanjut Roswitha.

Secara spesifik, Roswitha pun memberikan contoh misalnya untuk tujuan kurban di tahun depan. Tujuan harus dibuat secara Specific, yaitu kurban. Measurable masuk pada berapa dana yang harus bisa dikumpulkan, ambil contoh Rp4 juta. Achievable merujuk pada berapa banyak yang harus disisihkan setiap bulan dan Time adalah jangka waktu dana hingga benar-benar terkumpul seluruhnya.

Setelah memiliki tujuan keuangan, Roswitha menjelaskan langkah selanjutnya adalah membuat budgeting misalnya membagi-bagi penghasilan untuk berbagai kebutuhan dan jangan lupa catat tracking pengeluaran. Terakhir adalah review dan evaluasi untuk melihat hasil akhirnya. Jika kondisinya memberatkan atau malah defisit, Roswitha menyarankan untuk menghapus pengeluaran yang bisa dihapus.

Untuk mengelola keuangan, Roswitha menjelaskan sebuah aplikasi yang memudahkan generasi masa kini untuk mengelola keuangan mereka, yaitu aplikasi Jago Syariah dari Bank Jago. Seiring dengan perkembangan era digital, perkembangan sistem perbankan pun memberikan inovasi modern yang memudahkan masyarakat untuk mengelola keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam sekalipun.

"Aplikasi Jago Syariah memiliki fitur Kantong yang bisa memudahkan perencanaan keuangan. Bisa dibuat sampai 40 Kantong menyesuaikan kebutuhan sehari-hari mulai dari bayar listrik, air, SPP anak. Kalau semisal kita punya banyak keinginan, yang penting kita membuat skala prioritas yang sesuai dengan penghasilan. Manfaatkan Kantong Jago untuk berbagai kebutuhan. Misalnya untuk ganti handphone boleh, healing bisa, beri budgetnya misalnya sesuai contoh 10%. Dengan begitu jadi lebih mudah dalam mengatur keuangan sendiri," lanjut Roswitha.

4 dari 4 halaman

Fitur Kantong Jago Syariah

Fitur Kantong yang dimiliki Jago Syariah ini bisa memisahkan budget kebutuhan keuangan dengan efektif sehingga dana tidak tercampur dengan kebutuhan lainnya sehingga lebih mudah dalam mencapai tujuan keuangan. Begitu pun jika ingin memiliki Kantong Tabungan, secara otomatis Kantong tersebut di-setting hanya untuk pemasukan saja, tidak bisa untuk pengeluaran. Jadi, tabungan lebih aman dan nggak bocor halus.

Selain bisa untuk menabung sendiri, Kantong Jago juga bisa digunakan untuk menabung bersama-sama keluarga atau teman. Roswitha memberi contoh strategi yang bisa digunakan untuk kurban keluarga. 

"Misalnya untuk kurban, keluarga bisa membuat 1 Kantong yang bisa diisi bersama untuk tujuan kurban. Jangan lupa terapkan pembagiannya sesuai prinsip SMART sebelumnya, mulai dari berapa jumlah yang harus dimasukkan tiap orang per bulan dan berapa lama jangka waktu tabungan ini. Jadi lebih terarah lagi."

Roswitha juga menambahkan bahwa fitur dalam Bank Jago Syariah ini juga membantu untuk membuat perencanaan keuangan tahap selanjutnya. "Dengan fitur Plan Ahead, kita bisa mengatur jadwal tagihan apa saja yang harus dibayar secara rutin setiap bulannya. Jadi nggak ada yang terlewatkan. Memudahkan kita untuk mewujudkan tujuan keuangan kita," lanjutnya.

Seperti layanan bank konvensionalnya, yaitu Bank Jago, fitur-fitur keuangan pada Jago Syariah terbilang komplet dengan penggunaan yang mudah, semudah dan secanggih aplikasi Jago konvensional.

Jago Syariah juga telah menerapkan akad wadiah, yakni jenis tabungan tanpa sistem bunga serta terintegrasi dengan ekosistem digital lain, termasuk Gojek, Bibit, dan Stockbit.

Wah, ternyata ada banyak ilmu bermanfaat dalam merencanakan keuangan agar bisa mewujudkan merdeka finansial yang penuh berkah dari Roswitha Jassin, bukan? Saatnya mulai mewujudkan perencanaan keuangan sekarang juga yang diawali dengan menginstall aplikasi Jago Syariah. (mdk/idr)

Baca juga:
Cara Dapat Uang dari Google, Mudah dan Hanya Pakai Ponsel
Viral Kakek Bawa Karung ke Dealer Mobil, Isinya Bikin Melongo
Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal Bagi Anak, Penting Disimak
Cara Mudah Blokir Kartu Debit BCA dari Gadget
Cara Pembayaran Menggunakan Kartu Kredit, Praktis dan Mudah Dilakukan
Terapkan 6 Hal ini Saat Pilih Perusahaan yang Tepat untuk Bekerja

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini